Jumat, 10 April 2026

Berita Banyuwangi

Perputaran Uang di Masyarakat Selama Libur Nataru di Banyuwangi Capai Rp 25 Miliar

Banyaknya pelancong yang berwisata ke kota di ujung timur Jawa Timur itu membuat perputaran uang mencapai nilai yang fantastis.

Editor: Haorrahman
TribunJatim-Timur.com/Aflahul Abidin
Destinasi wisata Grand Watu Dodol saat libur Tahun Baru. Lonjakan wisatawan membuat perputaran uang di Banyuwangi menembus angka Rp 25 miliar selama Nataru. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Momen Natal dan tahun baru membawa berkah bagi warga Kabupaten Banyuwangi.

Banyaknya pelancong yang berwisata ke kota di ujung timur Jawa Timur itu membuat perputaran uang mencapai nilai yang fantastis.

Sekretaris Daerah Banyuwangi Mujiono mengatakan, uang yang berputar di Banyuwangi selama libur Nataru mencapai puluhan miliar rupiah.

"Informasi yang saya terima, perputaran uang sekitar Rp 25 miliar se-Banyuwangi," kata Mujiono, Kamis (5/1/2023).

Untuk lebih mendongkrak nilai perputaran uang saat momen libur ke depannya, ia menyebut, kepariwisataan di Banyuwangi masih perlu digenjot.

Menurutnya, potensi-potensi wisata yang belum banyak dikenal harus dikelola lebih baik dan dipromosikan lebih luas.

Pencabutan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM menjadi peluang untuk mengoptimalkan potensi-potensi itu.

"Potensi ini tidak hanya destinasi saja. Tapi juga sektor lainnya yang mendukung Seperti kuliner," terangnya.

Dia mengatakan, Kabupaten Banyuwangi punya banyak kuliner khas yang masih belum banyak diulik untuk diperkenalkan ke wisatawan luar.

Tingginya angka perputaran uang selama Nataru di Banyuwangi didorong oleh membeludaknya wisatawan selama Nataru.

Beberapa destinasi wisata di Banyuwangi bahkan mengalami kenaikkan kunjungan dua hingga lima kali lipat.

Kenaikkan kunjungan wisatawan tahun ini termasuk yang tertinggi sejak pandemi Covid-19.

Kenaikkan pengunjung signifikan misalnya terjadi saat libur Tahun Baru di Grand Watu Dodol (GWD).

Pada hari pertama 2023, tempat wisata itu dikunjungi oleh 5 ribuan wisatawan. Jumlah itu naik lima kali lipat dibanding libur akhir pekan biasanya.

"Kalau weekend, pengunjung sekitar seribu. Jadi naiknya cukup signifikan," kata Ketua Pokdarwis pengelola GWD Abdul Azis.

Tingginya minat wisatawan untuk mengunjungi destinasi itu membuat pengelola harus menerapkan sistem buka-tutup destinasi sejak siang hari.

Wisatawan yang ingin masuk harus antre menunggu pengunjung keluar dari tempat wisata.

(Aflahul Abidin/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved