Berita Jember
Panaskan Mesin Politik, PKB Jember Seleksi 60 Pendaftar Bacaleg
Ini dilakukan untuk menguji kepatuhan dan kelayakan Bacaleg yang mendaftar di PKB sebelum mereka bertarung para Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jember mulai memanaskan mesin politik, dengan melakukan fit and proper test terhadap Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) yang sudah daftar.
Tes tersebut dilakukan untuk menguji kepatuhan dan kelayakan Bacaleg yang mendaftar di PKB sebelum mereka bertarung para Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.
Manajer Kampanye DPC PKB Jember Adil Satriya Putra, memaparkan ada 60 orang lebih pendaftar untuk menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, yang sejak kemarin sudah dites.
"Karena nanti akan jadi calon sementara, lalu calon tetap kalau sudah didaftarkan di KPU, ini proses masih panjang, dan ini bisa saja nanti akan jadi 100 orang pendaftar, baru beberapa hari saja sudah ada 60 orang pendaftar," ujarnya, Kamis (16/2/2023).
• Lima Tahun Terakhir, Tren Kekerasan Perempuan-Anak di Banyuwangi Menurun
Menurutnya para calon yang sudah mendaftar perlu diuji dulu kemampuannya. Hal itu dapat dilihat dari visi-misi serta pemetaan poltik di Daerah Pemilihannya (Dapil) masing-masing.
"Pengetahuan mereka tentang anatomi dapil dan lain persiapan mereka dan hitungan rasional mereka dalam menentukan target suara yang mereka capai," tambah pria yang akrab disapa Adil.
Hal itu dilakukan, kata Adil, karena terget utama PKB pada Pileg 2024, paling tidak menepati suara terbanyak nomor dua dalam hitungan nasional.
Melalui penyeleksian ini diharapkan caleg PKB yang akan bertarung di Pileg 2024 adalah kandidat yang memiliki pemahaman semua persoalan di Dapilnya, serta mampu mengakomodir setiap usulan masyarakat.
"Karena problem di Jember sangat komplek, karena hampir setelah anggota dewan dari Fraksi PKB turun di Dapilnya. Ada yang komplain soal pupuk, harga pertanian yang anjlok saat musim panen, kemudian stunting. Jadi kami uji pengetahuan mereka soal itu," imbuh Adil.
Baca juga: Bupati Ipuk Ajak Nahdliyin Banyuwangi Berikan Kontribusi Terbaik di Abad Kedua NU
Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Jember ini, tidak ingin caleg yang diusung oleh PKB adalah orang yang tidak memiliki pemahaman politik sosial di masyarakat. Karena ketika mereka berhasil duduk di kursi Parlemen akan bungkam.
"Kami tidak ingin mendapatkan calon anggota dewan yang tidak berkapasitas, untuk kemudian duduk di kursi Legislatif," urai Adil.
(Imam Nawawi/TribunJatimTimur.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Manajer-Kampanye-DPC-PKB-Jember-Adil-Satriya-Putra.jpg)