Berita Jember
Tanggapi Tuduhan pendemo, Bupati Jember: Semua Boleh Mengoreksi 2 Tahun Kepemimpinan Saya
Bupati Jember Hendy Siswanto menyebut kritik terhadap kepemimpinannya sebagai suatu hal positif dan koreksi
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Sri Wahyunik
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, JEMBER - Bupati Jember Hendy Siswanto angkat bicara, menanggapi tudingan miring yang dilakukan demonstran di depan Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (27/2/2023).
Menurutnya, aspirasi yang dilakukan oleh pengunjuk rasa tersebut adalah hal yang positif, supaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bisa memperbaiki sistem birokrasi.
"Adalah hal yang positif, bagi kami untuk memperbaiki diri. Khususnya saya Bupati Jember, semua boleh mengoreksi dua tahun kepemimpinan saya," ujarnya, saat dikonfirmasi di Markas Kodim 0824 usai berdialog dengan sejumlah perwakilan perguruan silat, Senin (27/2/2023).
Pria yang akrab disapa Hendy ini menilai tuduhan yang dilakukan oleh para demonstran tersebut bagian dari koreksi yang harus diserap.
"Jika itu memang ada hal yang dirasa kurang benar, ya kami akan perbaiki," urainya.
Hendy mengatakan pembangunan yang selama ini berlangsung, tentunya semua orang bisa dan berhak menilai. Sehingga hal tersebut akan menjadi catatan penting bagi Pemerintah untuk lakukan evaluasi.
"Yang pasti masih sangat sedikit, yang sudah kami lakukan dan masih banyak yang kurang, dan kami akan lakukan secara baik. Karena ini adalah amanah dari masyarakat Jember," katanya.
"Dan pertanggungjawabannya bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat," lanjutnya.
Baca juga: Sinopsis dan Link Streaming Age of Youth, Cerita Lima Mahasiswa yang Berbagi Tempat Tinggal
Terkait angka kemiskinan di Jember, kata Hendy sudah mulai turun. Kata dia dari 257.000 jiwa sekarang cuma tinggal 230.000-an.
"Jadi turun sekitar 25.000-an, dan angka pengangguran juga sudah turun, tapi itu bukan keberhasilan, hanya sebatas capaian saja, untuk stunting sekarang masih berjalan pendataannya," katanya.
Diberitakan Sebelumnya, sejumlah orang menggelar aksi 272 di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, untuk mengevaluasi dan refleksi dua tahun kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto bersama Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman.
Sekitar Pukul 10.00 WIB hingga 12.30 WIB, pengunjuk rasa membentangkan bener bertuliskan "tolak nepotisme keluarga bupati". Bahkan, mereka membawa mainan lato-lato saat melakukan aksi.
Kordinator lapangan (Korlap) aksi, Kustiono Musri mengatakan aksi tersebut dilakukan, karena selama dua tahun kepemimpinan Bupati Hendy, angka stunting dan kemiskinan masih tertinggi di Jawa Timur.
"Selama dua tahun kepemimpinan Bupati Hendy, angka kemiskinan Jember justru masih tertinggi di Jawa Timur, ini adalah fakta dari data dari lembaga yang kompeten," ujarnya.
Justru selama dua tahun menjabat, kata dia, nyaring terdengar santer kasak-kusuk dugaan nepotisme yang dilakukan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto.
"Sebagian elemen masyarakat pun juga menjuluki Bupati Hendy sebagai sebutan Kesultanan Jompo. Karena Bupati menjelma menjadi pelayan kepentingan keluarga dan kroni-kroninya sendiri," ujar laki-laki yang akrab disapa Cak Kus ini saat orasi.
(TribunJatimTimur.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Hendy-dan-Gus-Firjaun.jpg)