Berita Pasuruan
Nama Politisi PDIP Pasuruan Dicatut Penipuan Berkedok Bantuan
Ia geram namanya dicatut oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Sugiyanto, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan hanya bisa mengelus dada.
Ia geram namanya dicatut oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.
Untungnya saja, rekan - rekan dan koleganya belum ada yang menjadi korban penipuan oleh orang yang mengaku sebagai dirinya tersebut. Kendati demikian, ia tetap marah dengan perbuatan oknum tersebut.
“Foto saya yang ada di Facebook, tiba - tiba diambil tanpa izin oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan digunakan untuk melakukan penipuan berkedok pemberian bantuan,” katanya, Senin (3/4/2023).
Baca juga: Lirik Lagu Cupid Twin Version dari FIFTY FIFTY dan Arti dalam Bahasa Indonesia, Viral di TikTok
Dia mengaku kecewa karena nama baiknya tercoreng akibat ulah orang yang tidak bertanggung jawab ini. Menurut dia, penyebaran fotonya dan pesan - pesan palsu atau hoax itu merugikan nama baik dan keluarganya.
“Saya sudah konsultasikan ke kepolisian terkait hal ini. Saya menghimbau kepada siapapun yang mengenal saya baik itu teman, rekan, atau kolega yang dihubungi mengaku saya dan minta bantuan jangan ditanggapi,” urainya.
Ia berharap tidak ada yang dirugikan akibat kejadian ini. Ia juga mengaku sudah menyampaikan kabar hoak penipuan berkedok pemberian bantuan ini ke beberapa orang. “Jadi tidak usah dihiraukan pesan itu,” jelasnya.
Baca juga: Sinopsis dan Link Streaming Drakor Dr Frost, Aksi Song Chang Eui Sebagai Psikolog Jenius
Menurut dia, pelaku penipuan itu diduga dengan sengaja memanfaatkan fotonya untuk melakukan penipuan. Ia menjelaskan, beberapa orang yang menjadi temannya di media sosial dihubungi satu per satu.
“Pesannya itu, pelaku menawarkan bantuan perbaikan untuk musala, masjid atau TPQ. Setelah itu, pelaku meminta no rekening calon korban. Alasannya untuk transaksi pengiriman bantuan,” paparnya.
Setelah itu, kata Politisi PDIP ini, tidak lama pelaku mengirimkan bukti transfer palsu atau editan ke calon korban. Bantuan yang dikirim dalam bukti palsu itu sebesar Rp 20 juta untuk perbaikan musala, masjid dan TPQ.
Baca juga: 2 Bek Masuk Radar Persija, Rizky Ridho Tak Sendirian, Macan Kemayoran Juga Incar Sang Pelapis
“Setelah kirim bukti transfer, pelaku juga meminta calon korban mengirimkan sebagian uangnya yakni Rp 5 juta ke nomor rekening yang sudah ditentukan oleh pelaku, alasannya bantuan untuk masjid atau musala lain,” urainya.
Untungnya, kata dia, calon korban sadar bahwa bukti transfer itu palsu. Selain itu korban menghubunginya. Hingga akhirnya, ia pun memutuskan dan melarang calon korban menanggapi hal itu.
Namun, kata dia, yang paling bikin geram adalah ada perempuan yang mendatangi sebuah masjid dan mengaku sebagai sekretaris pribadinya. Ia menyampaikan bahwa masjid itu akan mendapatkan bantuan.
“Padahal saya tidak kenal yang bersangkutan. Tiba - tiba dia bilang kalau saya mau membantu perbaikan masjid dan minta nomor rekening. Untungnya tidak terjadi penipuan karena takmir langsunh menghubungi saya,” ungkapnya.
Ia meminta semua pihak hati hati dan waspada terhadap modus penipuan seperti ini. Menurut dia, hati - hati dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab seperti ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Sugiyanto-Politisi-PDIP-pasuruan.jpg)