Rabu, 6 Mei 2026

Berita Pasuruan

GERTAP dan Pemkab Bersepakat  Cari Solusi Dongkrak IPM Kabupaten Pasuruan

Gerakan Rakyat Transparansi Pemilu dan Pilkada (GERTAP) membeberkan sederet permasalahan yang belum selesai di Kabupaten Pasuruan

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Sri Wahyunik
TribunJatimTimur.com/Galih Lintartika
Audensi GERTAP dengan Pj Bupati Pasuruan Andriyanto 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - Gabungan Non Goverment Organization (NGO) dalam Gerakan Rakyat Transparansi Pemilu dan Pilkada (GERTAP) membeberkan sederet permasalahan yang belum terselesaikan di Kabupaten Pasuruan.

Itulah yang terungkap dalam audensi GERTAP bersama Pj Bupati Pasuruan Andriyanto yang belum genap sebulan menjabat di Gedung Maslahat, Kompleks Perkantoran Raci, Jumat (29/9/2023) sore. 

Lujeng Sudarto, Koordinator GERTAP mengatakan, ada beberapa pekerjaan rumah yang segera dicarikan solusi oleh Pj Bupati Pasuruan. Selain penanganan kemiskinan ekestrim, juga peningkatan IPM di Kabupaten Pasuruan.  

Menurut Lujeng, salah satu hal yang perlu mendapat perhatian, berkaitan dengan Indek Pembangunan Manusia (IPM). Karena IPM Kabupaten Pasuruan, berada di peringkat 27 dari 38 Kota dan Kabupaten di Jawa Timur.  

“Ini kan ironi, karena jelas berdasarkan data, IPM Kabupaten Pasuruan ini sangat rendah dibandingkan daerah yang lain. Ini harus mendapatkan prioritas penanganan,” kata Lujeng. 

Disampaikannya, Pemkab memiliki banyak cara misalnya dengan meningkatkan Kesehatan masyarakat serta kelayakan hidup yang lebih memadai. Pemkab Pasuruan bisa mengupayakan pembangunan RTLH.

“Tidak harus melulu menggunakan DAU. Tapi bisa DBHCHT. Daripada anggaran DBHCHT hanya untuk sekedar sosialisasi dan hura - hura, lebih baik dimanfaatkan untuk peningkatan kehidupan masyarakat,” urainya.

Ia menguraikan, Kabupaten Pasuruan juga memiliki banyak perusahaan. Ada kurang lebih 1.800 perusahaan yang berdiri. Bahkan, menjadi yang terbesar di wilayah Jawa Timur perusahaan di Pasuruan. 

“Pertanyaannya, apakah Pemkab Pasuruan sudah mengelola dana CSR dengan baik. Coba kalau dana itu untuk stunting. Misalnya dengan subsidi untuk warga miskin dengan menambag nutrisi anak-anak,” urainya. 

Baca juga: Ramalan Zodiak 12 Bintang, Minggu 1 Oktober 2023: Aries Dapat Keajaiban, Libra Perlu Susun Rencana

Pj Bupati Pasuruan Andriyanto mengapresiasi masukan dan saran tersebut. Ia menilai, penanganan stunting misalnya. Memang tidak cukup dengan sekedar sosialisasi. Tapi bisa dengan meningkatkan nutrisi pada anak-anak. 

“Jangan kuatir teman-teman, aktivis. Semuanya ada solusi. Hanya butuh keterbukaan saja. Seperti penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, peningkatan IPM dan yang lainnya,” terangnya. 

Bahkan, ia mengaku sudah menyiapkan -rencana untuk penanganannya. Ia menyebut, banyaknya perusahaan di Kabupaten Pasuruan, memang menjadi peluang untuk bisa bersinergi dengan pemerintah daerah. 

“Sinergi tersebut dibutuhkan agar bisa berkolaborasi dalam penanganan persoalan di Kabupaten Pasuruan. Misalnya ketika menangani stunting. Bisa dengan melibatkan perusahaan,” tutupnya.

 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved