Jumat, 17 April 2026

Berita Banyuwangi

Banyak Petani Manfaatkan Teknologi, Banyuwangi Siap Jadi Sentra Pertanian Digital

Kabupaten Banyuwangi menyatakan kesiapan untuk menjadi sentra pertanian digital di Indonesia

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Sri Wahyunik
TribunJatimTimur.com/Aflahul Abidin
Banyuwangi juga dipilih sebagai salah satu tempat berlangsungnya forum diskusi kelompok tentang teknologi dan digitalisasi sektor pertanian yang diinisiasi konsultan dari Australia Centre for International Agriculture Research (ACIAR). 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi menyatakan kesiapan untuk menjadi sentra pertanian digital di Indonesia. Banyak petani berinovasi dan memanfaatkan teknologi untuk memudahkan kerjanya.

Banyuwangi juga dipilih sebagai salah satu tempat berlangsungnya forum diskusi kelompok tentang teknologi dan digitalisasi sektor pertanian yang diinisiasi konsultan dari Australia Centre for International Agriculture Research (ACIAR).

Forum yang difasilitasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan didukung Universitas Brawijaya itu telah berlangsung pada Senin (13/11/2023) lalu.

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Banyuwangi Ilham Juanda mengatakan, delapan petani inovatif asal Kabupaten Banyuwangi hadir dalam forum tersebut.

Mereka adalah Edy Lusi yang berinovasi pada lampu buah naga, Mumtadz Zaid yang berinovasi pada drone penyemprotan pupuk, dan Nanang Widayat yang mengembangkan rumah burung hantu untuk mengendalikan hama.

Kemudian, Arief tri Cahyana yang berfokus pada pertanian organik, Jufia Rasya Putri yang merupakan pemenang Jagoan Tani, Ahmad Nur Fatoni yang mengembangkan program sapi makan setahun pisan, Abdul Rachman Jauhari yang memiliki ketertarikan pada beras organik Siratanio, dan Edy Suprandono yang mengembangkan pembibitan hortikultura Sukatani.

Menurut Ilham, telah banyak petani di Banyuwangi yang responsif dan adaptif dengan perkembangan pertanian digital. Meski beberapa inovasi masih dalam tahap pengembangan awal, Ilham meyakini hal tersebut sebagai langkah awal yang baik.

Baca juga: Bertemu Wakapolda, Kakanwil Kemenkumham Jatim Bahas Persiapan Pemilu 2024

"Mudah-mudahan teknologi pertanian digital yang sudah diimplementasikan di Banyuwangi itu bosa bahan masukan untuk menyusun kebijakan pertanian digital secara umum di nasional," harap Ilham, Rabu (15/11/2023).

Dengan memanfaatkan teknologi, kata dia, para petani mendapat beberapa keuntungan. Yang paling utama, kerja para petani menjadi lebih efektif dan produktif. 

Justin, salah satu konsultan ACIAR, mengatakan, pemanfaatan teknologi digital akan memberi dampak besar dalam pertanian berkelanjutan.

"Terima kasih untuk semuanya yang memajukan perekonomian teknologi pertanian digital yang tidak hanya inklusif, tapi akan memberikan dampak yang besar dan berkelanjutan ke depan," katanya.

 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

(Aflahul Abidin/TribunJatimTimur.com)

 

 

 

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved