Minggu, 3 Mei 2026

Festival Pecinan Banyuwangi

Festival Pecinan Banyuwangi Digelar Tiga Hari, Bupati Ipuk: Simbol Persatuan

Dalam event ini tak sebatas menampilkan kultur warga keturunan Tionghoa. Tapi, juga menjadi ajang pembauran lintas etnis, suku dan perwakilan agama.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
TribunJatim-Timur.com/Aflahul Abidin
Festival Pecinan dalam rangka memeriahkan tahun baru Imlek resmi dibuka oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat malam (23/2/2024) 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BANYUWANGIFestival Pecinan dalam rangka memeriahkan tahun baru digelar di kawasan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hoo Tong Bio, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwang, selama tiga hari 23-25 Februari 2024.

“Ini tidak hanya sekadar festival, tapi menjadi simbol dari kerukunan dan persatuan masyarakat Banyuwangi yang terdiri dari beragam etnis, suku dan agama,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Dalam event ini tak sebatas menampilkan kultur warga keturunan Tionghoa. Tapi, juga menjadi ajang pembauran lintas etnis, suku dan perwakilan agama. Mereka turut hadir dan mewarnai dalam Festival Pecinan tersebut.

Baca juga: Pohon Tumbang di Trenggalek Timpa Pengendara Motor hingga Tewas

“Kerukunan ini menjadi modal penting bagi pembangunan di Banyuwangi. Dengan kondusivitas yang terjalin, maka program pemerintah dapat berjalan dengan baik,” tegas Ipuk.

Selama tiga hari, para pengunjung Festival Pecinan bisa mencicipi aneka kuliner khas Negeri Tirai Bambu seperti nasi ayam hainan, bebek dan ayam peking, dimsum, kwetiau, dan masih banyak lainnya. Ada juga aneka jajanan seperti bakpao, kue keranjang, bakcang, burger Shanghai, dan sebagainya. Semua makanan tersebut sudah bersertifikasi halal.

Sembari menikmati penganan favorit mereka, pengunjung bisa bersantai menikmati atraksi seni yang kental nuansa Imlek. Ada tari barongsai, seni bela diri wushu, dan lainnya.

Baca juga: Kista Seberat 7,1 Kg Berhasil Diangkat dari Tubuh Pasien di RSUD Genteng Banyuwangi

Ditambahkan Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banyuwangi M. Lutfi menjelaskan, seluruh penganan yang disajikan dalam festival ini sudah mendapatkan sertifikasi halal dari Kemenag. Selain itu, para UMKM yang terlibat juga terus mendapatkan pendampingan dari asosiasi chef Banyuwangi.

“Festival ini setiap harinya dimulai pukul 16.00-22.00,” urai Lutfi.

Di festival ini para pecinta barang antik juga akan dimanjakan dengan pameran dan bazar barang antik, yang mayoritas berasal dari peninggalan China.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran di Whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(Aflahul Abidin/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved