Berita Surabaya

Buang Air Kecil di Pinggir Jalan, Warga Surabaya Ditodong Pedang

Kejadian itu terjadi jalur lambat Jalan Frontage Dupak, tepatnya sekitar 100 meter dari pom bensin arah ke Pasar Loak Dupak.

Penulis: Toni Hermawan | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Toni Hermawan
Sugeng (kiri) dan Rohim (kanan) menceritakan kejadian pembegalan di Jalan Dupak. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Surabaya - Kejadian traumatis menimpa Jerry Andhika Putra warga asal Manyar Tirtosari.

Warga Surabaya Timur itu dibegal saat melintas Jalan Dupak. Ia pada saat itu diancam akan dihabisi menggunakan pedang bila tak menyerahkan sepeda motornya.

Ia pasrah kendaraannya jenis Scoopy warna putih plat nomor L 5388 BW dibawa kabur pelaku. Kejadian tersebut sedang didalami Reskrim Polsek Bubutan.

Baca juga: Viral Curhatan Warganet Sebut Peti Jenazah dari Malaysia Kena Pajak 30 Persen, Bea Cukai Buka Suara

Kejadian itu terjadi jalur lambat Jalan Frontage Dupak, tepatnya sekitar 100 meter dari pom bensin arah ke Pasar Loak Dupak. Sekitaran lokasi kawasan pertokoan. Petugas kepolisian telah memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di ruko-ruko. Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (11/5) dini hari sekira pukul 3.00 WIB.

 Tempat kejadian berada di depan kantor ekspedisi alamat Jalan Sumber Mulyo I No.21. Di depan kantor itu jalur lambat frontage Jalan Dupak. Depannya lagi, ada trotoar pembatas jalur cepat.

Sugeng warga setempat menceritakan kejadian pembegalan itu. Dini hari itu, Jerry Andhika Putra mengendarai sepeda motor membonceng perempuan. Tepat di depan kantor ekspedisi, Jerry menghentikan laju kendaraannya untuk buang air kecil di pohon yang berdiri di trotoar.

Baca juga: Batal Balik ke Arema FC? Santer Kabar Gustavo Almeida Bakal Dipermanenkan Persija, Alasannya Terkuak

"Ketika korban kencing, ceweknya jaga motor. Tiba-tiba dari arah belakang dua orang ini didatangi 5 orang boncengan naik dua sepeda motor. Satu orang kemudian turun mengacungkan pedang ke arah korban cowok," ujarnya.

Jerry, termasuk wanita yang dibonceng saat itu kabur ke arah timur menuju pom bensin. Setelah semua pelaku pergi, dua korban kemudian meminta pertolongan kepada satpam pertokoan sekitar lokasi. Kemudian, warga mengecek rekaman CCTV toko-toko yang menyorot lokasi kejadian.

Baca juga: Persib Bandung Takkan Rombak Tim? Petinggi Pangeran Biru Beri Kode Keras, 2 Hal Jadi Faktor

Sugeng mengaku sangat kasihan kepada  para korban. Korban laki-laki maupun yang perempuan terlihat gemetar saat menceritakan kronologi kejadian di pos satpam.

"Yang kami sayangkan kenapa korban kok gak ada teriak-teriak minta tolong. Padahal, saat itu saya lagi begadang. Coba kalau waktu itu teriak-teriak, mungkin para pelaku bisa diamankan warga. Tapi mungkin mereka syok ya," ucapnya.

Sugeng menceritakan, memang Jalan Dupak, utamanya setelah SPBU hingga traffic light arah pasar loak terbilang rawan. Sering ada kejadian kriminalitas seperti jambret. Bahkan, keponakannya pernah menjadi korban.

"Dulu ponakanku handphonenya pernah digasak pengendara motor. Kejadiannya pada saat itu siang. Banyak warga yang tinggal pinggir Jalan Dupak pernah kemalingan. Makanya, warga sebenarnya sudah sangat geram," ungkapnya.

Baca juga: Meski Kylian Mbappe Telah Resmi Pamit Tinggalkan PSG, Real Madrid Masih Tak Terlalu Peduli

Rohim, seorang warga lain membenarkan  Jalan Dupak utamanya depan pom bensin hingga lampu merah arah pasar loak Dupak sering terjadi kriminalitas.

Biasanya terjadi saat malam hari. Menurutnya, hal itu disebabkan karena pada malam hari tidak semua lampu PJU di sekitaran jalan tersebut kondisinya nyala. Ditambah lagi, jika malam kondisi jalan juga sepi karena letak kampung rata-rata berada di belakang bangunan pertokoan. 

"Sudah sepi, lampu jalan banyak yang mati. Makanya jadi sasaran orang berbuat jahat," tandasnya.

(Toni Hermawan/TribunJatimTimur.com) 

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved