Kamis, 28 Mei 2026

Berita Bojonegoro

Mahasiswa Kimia Unigoro Ciptakan Smart Packaging dari Bunga Eceng Gondok

Mahasiswa Kimia Unigoro Ciptakan Smart Packaging dari Bunga Eceng Gondok

Tayang: | Diperbarui:
Dokumen Unigoro
Mahasiswa dan Mahasiswi Kimia Universitas Diponegoro (Unigoro). 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BOJONEGORO - Tiga mahasiswa prodi kimia Universitas Bojonegoro (Unigoro) bakal menciptakan eco-friendly smart packaging berbahan bunga eceng gondok untuk mendeteksi kesegara susu kedelai. Eco-friendly smart packaging tersebut merupakan penelitian yang lolos pendanaan Program Keativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) 2024. Penelitian ini diinisiasi oleh Tita Zakiyya Ghozali selaku ketua kelompok, Mochamad Suud, serta Anggi Tri Nurhaliza.

Tita menuturkan, ide penelitian eco-friendly smart packaging berbahan bunga eceng gondok berawal dari fenomena blooming eceng gondok di Kabupaten Bojonegoro pada Oktober lalu. Selama ini hanya batang dan daun eceng gondok yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan maupun pakan ternak.

“Kebetulan belum ada penelitian tentang manfaat zat antosianin pada bunga eceng gondok. Lalu mengapa untuk mendeteksi kesegaran susu kedelai? Karena ternyata banyak penderita alergi laktosa atau susu sapi beralih mengonsumsi susu kedelai, karena kandungannya setara. Tetapi orang-orang tidak bisa mendeteksi apakah susu kedelai tersebut masih layak dikonsumsi atau tidak? Tahunya hanya dari perubahan bau dan warna,” tuturnya.

Proses riset eco-friendly smart packaging berbahan bunga eceng gondok diperkirakan memakan waktu empat bulan. Suud menerangkan, saat ini kelompoknya telah melalui beberapa tahapan riset. Mulai dari sampling, ekstraksi bunga eceng gondok, dan membuat label indikatornya.

“Sementara ini kita belum menerapkan ke objek susu kedelai, karena masih membutuhkan penyempurnaan. Tahapan selanjutnya adalah pengujian untuk susunya. Pengujian akan dilakukan di laboratorium kimia Unigoro dan untuk uji karakterisasi laboratorium ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya),” terangnya.

Anggi melanjutkan, eco-friendly smart packaging berbahan bunga eceng gondok akan berbentuk label berupa lembaran film hydrogel. Label tersebut ditempel dalam kemasan botol kaca susu kedelai.

“Karena sifatnya nanti mendeteksi PH, kalau susu kedelainya sudah tidak segar lagi warna labelnya akan berubah. Dari warna ungu ke pink magenta. Ini menunjukkan PH asam,” imbuhnya.

Proses riset yang dilakukan oleh tiga mahasiswa prodi kimia Unigoro ini berjalan lancar. Dosen Pembimbing, Dyah Setyaningrum, S.Si., M.Sc., mengungkapkan, kelompok tersebut sempat kesulitan mendapatkan bunga eceng gondok yang berwarna ungu.

“Eceng gondok sudah tidak blooming lagi. Alhamdulillah mereka bisa mendapatkan bunga eceng gondok di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro,” ungkapnya.

Dyah memperkirakan, proses riset yang menjadi tantangan bagi kelompok binaannya adalah membuat ketahanan label eco-friendly smart packaging agar bisa bertahan lama dan tidak mudah sobek saat terkena air. Selain itu, mereka juga harus meneliti kandungan zat antosianin pada bunga eceng gondok bermanfaat untuk apa saja.

“Karena kita pakai bahan alam yang belum tahu jenisnya apa, kita ingin bahan tersebut bisa mengindikasikan bahwa susu kedelai tersebut sudah basi atau belum. Makanya kita perlu uji karakterisasi di laboratorium ITS,” paparnya.

Dosen dan ketiga mahasiswa kimia Unigoro ini berharap, penelitian yang berjudul Eco-friendly Smart Packaging Berbasis Antosianin Bunga Eceng Gondok (Eichhornia crassipers); Solusi Berkelanjutan untuk Pemantauan Kesegaran Susu Kedelai membuahkan hasil yang diinginkan. Sekaligus lolos di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2024. (*)

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved