Berita Bondowoso
Pj Bupati Bondowoso Tinjau Dapur Makan Bergizi Gratis Kodim 0822
Pemkab Bondowoso meninjau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang dibuat oleh Kodim 0822 di Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso.
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Pemkab Bondowoso meninjau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang dibuat oleh Kodim 0822 di Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso.
SPPG dari Kodim ini menjadi satu-satunya dapur untuk memasak makan bergizi yang sudah memenuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN), di Bondowoso hingga sekarang.
Baca juga: Pemkab Banyuwangi Tanggung Biaya Santri Korban Pengeroyokan Selama di Rumah Sakit
Peninjauan dipimpin langsung oleh Pj Bupati Bondowoso, Muhammad Hadi Wawan Guntoro, dan Plh Sekda Haeriyah Yuliati, Kamis (2/1/2025).
Ia menerangkan, sampai hari ini belum ada petunjuk teknis pelaksanaan makan bergizi yang terkait tugas pemerintah daerah.
Namun demikian karena ini menjadi program nasional. Pihaknya akan melakukan pencermatan dan menginvertarisir di SPPG ini sebagai antisipasi apa saja yang ada kaitannya dengan Pemda.
"Kita juga setelah ini akan membuat skema antisipatif. Karena memang belum ada petunjukknya," ujar pria yang kini juga menjabat Kepala Dispora Bondowoso.
Baca juga: BREAKING NEWS: Dilaporkan Hilang Usai Diajak Orang Tak Dikenal, Pelajar Ditemukan Tewas
Namun begitu dari sisi anggaran, kata Hadi, pihaknya sudah menyiapkan di anggaran biaya tak terduga (BTT).
"Kita menyiapkan di BTT. Itu pun tak ada arahan secara detail," ujarnya.
Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Arh Achmad Yani, mengatakan, untuk satu dapur SPPG ini berkapasitas memasak bagi 3.000 siswa .
Sementara siswa sasaran makan bergizi se kabupaten Bondowoso sekitar 20 ribuan siswa mulai dari tingkat PAUD hingga SMA. Artinya, diperlukan lebih dari satu SPPG.
"Secara matematis, satu dapur untuk kapasitas 3 ribuan. Tinggal kita bagi," ujarnya.
Baca juga: Prediksi Skor dan Prediksi Susunan Pemain Inter Milan Vs Atalanta di Supercoppa Italiana 2024
Ia menerangkan untuk satu dapur sendiri diperlukan sekitar 50an karyawan. Dengan begini, kegiatan makan bergizi ini juga bisa membuka lapangan kerja.
Sementara terkait bahan, kata Yani, diutamakan dari Bondowoso sebagaimana penekanan dari pemerintah.
Untuk distribusi, nantinya di satu dapur akan mendapatkan dua kendaraan dari BGN. Dengan pecara persyaratan pendistribusian, dari SPPG ke sekolah-sekolah maksimal 4 kilometer.
"Harapannya makanan itu sampai di lokasi masih fresh," terangnya.
Sementara untuk pelaksanaanya sendiri masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat.
(Sinca Ari Pangistu/TribunJatimTimur.com)
| Polres Bondowoso Tangkap DPO Residivis Pencurian, Ungkap 4 Kasus Lain dalam Sehari |
|
|---|
| Duet KH Abdul Qodir Syam dan Syaeful Bahar Resmi Pimpin PCNU Bondowoso Periode 2026-2031 |
|
|---|
| Atasi Keresahan Pengusaha Tape Bondowoso, Diskoperindag Akan Berkoordinasi dengan Perbankan |
|
|---|
| Dituding Halalkan Korupsi, Ketua DPRD Bondowoso Laporkan Dua Akun TikTok |
|
|---|
| Meresahkan! Aksi Lempar Botol dan Pemukulan OTK Teror Pengendara Jalan Mangli Bondowoso |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Dapur-kodim-Bondowoso-makanan-bergizi.jpg)