Keracunan di Ponorogo

Kesaksian Anak Pekerja Ponpes di Belang Ponorogo, Turut Keracunan Sampai Dirawat di Rumah Sakit

Kondisi salah satu korban keracunan massal di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Elsa Fitria masih terlihat lemas di sebuah rumah sakit

Editor: Sri Wahyunik
TribunJatim.com/Pramita Kusumaningrum
KORBAN KERACUNAN - Petugas RSUA Ponorogo saat mengecek infus korban keracunan sate gulai kambing, Elsa Fitria dirawat di ruang Multazam, RSUA Ponorogo, Senin (3/2/2025). Elsa menjadi salah satu dari puluhan korban keracunan makanan sate gulai  dari salah satu wali santri Ponpes di Desa Belang, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PONOROGO - Kondisi salah satu korban keracunan massal di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Elsa Fitria masih terlihat lemas.

Elsa merupakan warga Desa Belang Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo.

Remaja berusia 15 tahun ini merupakan salah satu korban keracunan massal yang masih dirawat di rumah sakit. Ibu Elsa, Tumirah merupakan pekerja di salah satu Ponpes di Desa Belang Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo Jatim.

Elsa dirawat di ruang Multazam, Rumah Sakit Umum Aisyiyah (RSUA), Jalan dr Sutomo Ponorogo. “Sudah membaik kalau sekarang. Lemasnya sudah berkurang,” ungkap Elsa, Senin (3/2/2025).

Dia kemudian berkisah, pada Kamis (30/1/2025) malam, Tumirah (ibu Elsa) membawa sate gulai kambing dari Ponpes. Saat itu memberikan kepada keluarganya dan dimakan untuk makan malam bersama.

Setelah makan, Jumat (31/1/2025) pagi dia mengalami kedinginan, panas tinggi sampai mengigau. Elsa juga merasa pusing, mual hingga dia diare.

“Habis makan sate gulai yang dibawa ibu (Tumirah) dari pondok. Ibu kan kerja disana, jadi itu dibawa pulang, terus waktu itu satu keluarga makan,” katanya.

Baca juga: 14 Truk Damkar Dikerahkan Padamkan Kebakaran Ruang Server dan Arsip Dishub Jatim

Dia mengaku, satu keluarganya keracunan semua. Namun kakak dan adik ibunya tidak parah. Sehingga tidak dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Ada yang rawat inap. Tetapi empat orang dibawa ke rumah sakit. Empat orang itu saya, bapak, ibu dan keponakan,” tambah Elsa ketika dikonfirmasi.

Saat ini, jelas dia, yang belum diperbolehkan pulang oleh dokter adalah dirinya dan bapaknya.

Elsa mengaku, saat makan hidangan memang merasa agak berbeda dengan biasanya. “Ya pokoknya biasa saja. Biasanya kan alot ya, itu empuk rasanya juga hambar,” terangnya.

Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengaku mengusut kasus keracunan massal yang dialami oleh 46 warga Desa Bondrang Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo Jatim dan 22 santri serta pengasuh salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Desa Belang Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo Jatim.

Saat ini ada puluhan saksi diperiksa oleh korps bhayangkara. “41 saksi kami periksa termasuk pemilik katering. Karena penyedia katering sate gulai di tempat sama,” tambahnya.

Baca juga: Banjir Bandang Kembali Terjang Bondowoso, 6 Rumah Rusak dan 1 Motor Terseret Air

Mereka yang keracunan dari Desa Bondrang dan Belang mengalami keluhan mual, muntah, pusing dan diare setelah menyantap sate gulai kambing, Kamis (30/1/2025) malam.

Untuk warga Desa Bondrang Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo Jatim menyantap sate gulai kambing acara acara dzikir fida’ di rumah Miswaji warga RT 01 RW 01 Dukuh Tengah, Desa Bondrang, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo Jatim pada Kamis (30/1/2025) malam.

Sedangkan santri dan pengasuh makan berbuka puasa dengan menu yang sama dengan, sate dan gulai kambing. Puluhan orang mengeluh mual, muntah, pusing dan diare pada Jumat (31/1/2025) pagi. 


Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved