Sabtu, 11 April 2026

Berita Surabaya

Efesiensi Anggaran, Presiden Prabowo Singgung Perbaikan Sekolah

“Saya melakukan penghematan. Saya ingin pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu, yang mubazir yang jadi alasan untuk nyolong, saya ingin hentikan."

Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur/Habibur Rohman
TABUH REBANA - Dengan menabuh rebana, Presiden RI Prabowo Subianto (baju putih) resmi membuka Kongres XVIII Muslimat NU yang digelar di Jatim Expo Kota Surabaya, Senin (10/2/2025), siang. Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah menteri negara, Presiden Prabowo membuka kongres serta memberikan pengarahan di hadapan 7.000 jamaah Muslimat yang hadir dari penjuru daerah di Indonesia. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Surabaya - Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal efisiensi anggaran yang dia lakukan dengan terbitnya Inpres 1/2025 dalam pidatonya saat hadir di Kongres XVIII Muslimat NU di Jatim Expo, Senin (10/2/2025). 

“Saya melakukan penghematan. Saya ingin pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu, yang mubazir yang jadi alasan untuk nyolong, saya ingin hentikan. Dibersihkan,” tegas Presiden Prabowo.

Baca juga: Jelang Porprov 2025 Jatim, IMI Probolinggo Dikukuhkan

Dalam pelaksanaan kebijakan ini, dia menyebut cukup banyak yang melawan dan menentang. Termasuk dalam jajaran birokrasinya. Bahkan perlawanan itu muncul dari mereka yang merasa sudah kebal hukum dan merasa sudah menjadi raja kecil.

“Saya mau hemat uang, uang itu untuk rakyat untuk memberi makan anak-anak rakyat. Kita ini punya 330 ribu sekolah. Saya ingin memperbaiki semua sekolah Indonesia,” tegas Prabowo.

Dalam waktu terakhir ia meminta jajarannya untuk menengok kondisi sekolah yang ada di daerah pelosok di Indonesia. Dan ia menemukan banyak yang kondisinya kurang layak.

Baca juga: Tak Disiplin, 6 Warga Binaan Lapas Kelas I Madiun Dipindah ke Nusakambangan

“Anggaran perbaikan sekolah hanya cukup untuk 20 ribu sekolah. Berapa tahun kita mau selesaikan. Karena itu perjalanan dinas, perjalanan luar negeri harus dikurangi,” ujarnya.

Ia tidak ingin perjalanan dinas dan meeting alasan FGD yang kurang jelas manfaatnya terus dilakukan. Lebih baik dialihkan untuk program yang berimbas langsung pada rakyat.

“Yang perlu ke luar negeri hanya untuk yang memang tugas. Tugas belajar boleh. Atas nama negara boleh. Jangan tugas yang dicari-cari, untuk jalan-jalan. Kalau mau jalan-jalan pakai uang sendiri,” tegasnya.

 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

 

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

 

(Fatimatuz Zahro/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved