Rabu, 22 April 2026

Berita Bondowoso

Di Tengah Panen Raya, Harga Tomat Justru Anjlok Rp 2.000 per Kilogram

Harga jual ini anjlok dari sebelumnya yang stabil di kisaran Rp 5.000 hingga Rp 7.000 per kilogram.

Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur/Sinca Ari Pangestu
ANJLOK: Seorang pekerja buruh tani sedang memanen tomat di sawah milik Duta, di Desa Tegal Pasir, Kecamatan Jambesari Ds, pada Sabtu (15/2/2025). Petani tomat Bondowoso ngelus dada, karena harga jual tomat kiji anjlok hingga Rp 2 ribu per kilogram 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Petani tomat di Bondowoso ngelus dada. Sebulan terakhir harga jual tomat di tingkat tengkulak hanya Rp 2.000 per kilogram.

Harga jual ini anjlok dari sebelumnya yang stabil di kisaran Rp 5.000 hingga Rp 7.000 per kilogram.

"Harga tomat murah dari petani ke tengkulak cuma Rp 2 ribu," ujarn Rian, seorang petani asal Desa Grujugan Lor, Kecamatan Jambesari, Sabtu (15/2/2025).

Ia mengira kondisi ini terjadi karena banyak tomat-tomat dari luar Jawa Timur yang mulai masuk ke pasar.

Baca juga: Jamal Musiala Perpanjang Kontrak dengan Bayern Munchen, Kesempatan Chelsea Bawa Pulang Telah Sirna?

"Kebanyakan tomat dari luar masuk ke Bondowoso," tuturnya.

Dirinya memiliki 500 meter persegi sawah yang ditanami tomat sirtu. Saat ini mayoritas tomat yang ditanam petani hasilnya bagus, karena cuaca yang juga mendukung. Namun harganya anjlok di tengah panen raya.

"Kalau bisa pemerintah ada solusi kalau lagi pasar hancur tomat. Dibantu kirim ke pabrik saos,"ujarnya.

Duta, petani tomat di Desa Jambe Anom, Kecamatan Jambesari, menjelaskan petani tetap memanen tomatnya di tengah harga anjlok. Karena harga ini masih bisa dijual sekitar Rp 15 juta per hektar.

Baca juga: Ujian Berat Inter Milan dan Napoli dalam Perebutan Scudetto, Sama-sama Hadapi Tim Momok

Meski harga itu tak sesuai dengan modal yang dikeluarnya mencapi Rp 70 juta per hektar dari awal tanam hingga panen.

Satu tanaman tomat normalnya 2,5 kilogram per pohon, satu hektar sekitar 3.000 batang.

"Jadi per hektar bisa menghasilkan sekitar rata-rata 7,5 ton," ujarnya.

Ia menjelaskan harga tomat memang setiap tahun selalu ada fase anjlok. Hanya saja memang tahun ini paling lama. Bahkan jika berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, harga tomat biasanya bertahan stabil sampai bulan Maret.

Jika harga terus turun petani biasanya tak memanen, sekalipun dipanen dibagikan pada tetangga.

Petani sebenarnya tak berharap harga langsung naik tinggi, karena itu juga akan berpengaruh pada daya beli masyarakat.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(Sinca Arie Pangestu/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved