Jumat, 10 April 2026

Berita Banyuwangi

Mahasiswa Untag Banyuwangi Demo Efesiensi Anggaran Pendidikan

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi menggelar demo, mengkritisi efisiensi anggaran

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Sri Wahyunik
TribunJatimTimur.com/Aflahul Abidin
DEMO EFESIENSI ANGGARAN - Para mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi menggelar demo di depan kantor DPRD Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (17/2/2025). Mereka meminta pemerintah tidak memangkas anggaran sektor pendidikan. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BANYUWANGI - Para mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi menggelar demo di depan kantor DPRD Banyuwangi, Senin (17/2/2025). Mereka meminta pemerintah tidak memangkas anggaran sektor pendidikan.

Pemangkasan anggaran sebagai bentuk efesiensi di berbagai sektor menjadi salah satu isu yang menyita perhatian publik. Para mahasiswa yang menggelar demo tak ingin efesiensi tersebut justru mengancam pendidikan generasi muda.

Dalam demo tersebut, mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan. Salah satunya, menuntut pemerintah agar memprioritaskan anggaran sektor pendidikan.

"Dan tidak mengalami pemangkasan sesuai dengan amanat UU 20/2023 tentang sistem pendidikan nasional yang menyebutkan bahwa anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN," kata Ketua BEM Untag Banyuwangi Dedy Oktaviano Pratama.

Menurutnya, pemangkasan anggaran pendidikan merupakan bentuk pengabaian pemerintah terhadap pendidikan yang layak, terjangkau, dan berkualitas.

Mereka juga menolak kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) dan biaya pendidikan. Pemangkasan anggaran pendidikan dikhawatirkan akan berdampak pada banyak hal, termasuk kenaikan UKT.

Baca juga: Satu Korban Tertimbun Tebing Longsor di Kaliputih Garum Blitar Ditemukan Meninggal

"Seharusnya pemerintah menghadirkan atau memberikan pendidikan yang murah dan berkualitas tanpa membebani publik," tutur dia.

Mereka juga meminta pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, baik guru maupun dosen. Pemangkasan anggaran juga dikhawatirkan bakal berdampak pada kesejahteraan para tenaga pendidik.

"Mendesak Presiden Prabowo untuk mengkaji lebih dalam kebijakan efesiensi anggaran," sambungnya.

Tuntutan lain yang disampaikan mahasiswa, yakni peningkatan mutu pendidikan, penolakan izin usaha pertambangan untuk kampus, dan penindakan kasus-kasus kekerasan seksual di institutusi pendidikan.

Para pendemo ditemui Wakil Ketua DPRD Michael Edy Hariyanto. Politisi Partai Demokrat itu mendukung upaya para mahasiswa dalam mengkritisi pemerintah terkait efesiensi anggaran.

"Ini memang perlu disuarakan. Kami akan berjuang juga menyampaikan tuntutan-tuntutan para mahasiswa ke pemerintah pusat," kata Michael. 


Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved