Senin, 13 April 2026

Berita Bondowo

Ramadan, Penggunaan Listrik di Bondowoso Meningkat Tipis

Namun, selama 4 hari Ramadan, dalam sehari penggunaannya naik menjadi 703 ribu Kwh.

Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur/PLN Bondowoso
PETUGAS PLN - Foto ilustrasi seorang karyawan petugas PLN sedang melakukan pengecekan kabel listrik di Bondowoso, pada Rabu (5/3/2025). Pada awal ramadan ini tercatat terjadi kecenderungan peningkatan penggunaan listrik. 

TRIBUNJATINTIMUR.COM, Bondowoso - Penggunaan listrik pada awal Ramadan di Kabupaten Bondowoso cenderung meningkat tipis sekitar 100 ribuan Kwh per hari atau 1,5 persen.

Menurut Muhammad Udin Mahmudi, TL K3L & KAM PLN Bondowoso, tercatat di hari biasa penggunaan listrik mencapai 692 ribu Kwh yang digunakan oleh 250 ribuan pelanggan PLN se-Bondowoso.

Namun, selama 4 hari Ramadan, dalam sehari penggunaannya naik menjadi 703 ribu Kwh.

"Selama ramadan konsumsi listrik cenderung meningkat terutama saat malam hari," ujarnya, Rabu (5/3/2025).

Baca juga: 2 Punggawa Inter Milan Patut Hati-hati saat Laga Kontra Feyenoord, Ancaman Skorsing Menanti

Ia menerangkan kondisi seperti ini memang sering terjadi saat Ramadan. Penyebabnya, terjadi peningkatan penggunaan oleh masyarakat. Sebut saja seperti saat jam sahur, tadarus, dan tarawih.

Untuk itulah, pihaknya memperkirakan penggunaan listrik sampai akhir Ramadan masih akan lebih tinggi. Lebih-lebih, sebentar lagi aktivitas sekolah akan kembali normal.

PLN Bondowoso menghimbau agar masyarakat bisa menggunakan listrik secara bijak dan hati-hati.

Baca juga: Maciej Gajos Bakal Didepak dari Persija? 1 Bocoran Terungkap, 3 Indikasi Jadi Penguat

Selain itu, pihaknya juga meminta masyarakat tak perlu khawatir terkait pelayanan PLN. Pasalnya, pihaknya telah menyiapkan petugas yang siap melayani selama 24 jam.

"PLN siap melayani 24 jam," ujarnya.

Mimin, warga Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, mengatakan, sejak Ramadan ini dirinya selalu memasak saat sahur. Jika berbicara penggunaan listriknya saat sahur, sudah barang tentu untuk menanak nasi menggunakan penanak listrik, menghidup mesin menyedot air, dan mengidupkan listrik dapur. Sementara di hari biasa, ia hanya menanak nasi saat pagi hari. 

 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

 

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

 

(Sinca Ari Pangistu/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved