Senin, 27 April 2026

Ramadan 2025

Harga Bawang Merah di Jember Melonjak di Pekan Pertama Ramadan

Di Pasar Tanjung Jember, para pedagang kini menjual bawang merah seharga Rp 50 ribu per kilogram, yang bertahan selama dua hari terakhir.

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur/Imam Nawawi
BAWANG MERAH MAHAL: Aktifitas pedangan di Pasar Tanjung Jember, Jawa Timur, Sabtu (10/3/2025) Harga Bawang Merah di Pasar Tanjung Jember naik di awal Ramadan tahun ini. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember – Harga bawang merah di pasar tradisional Jember, naik signifikan pada pekan pertama Ramadan 1446 Hijriyah. Di Pasar Tanjung Jember, para pedagang kini menjual bawang merah seharga Rp 50 ribu per kilogram, yang bertahan selama dua hari terakhir.

"Biasanya harga bawang merah sekitar Rp 35 ribu per kilogram, tetapi sekarang sudah naik menjadi Rp 50 ribu," ujar Katiyem, salah satu pedagang di Pasar Tanjung Jember, Senin (10/3/2025).

Baca juga: Sinyal Persija Rombak Skuad Besar-besaran, 1 Idola Fans Dilirik Klub Thailand, 12 Nama Kans Hengkang

Menurutnya, kenaikan harga terjadi secara bertahap. Dua hari sebelumnya, harga bawang merah masih berada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram sebelum melonjak ke angka Rp 50 ribu. Penyebab utama kenaikan ini adalah terbatasnya pasokan dari tengkulak, yang mayoritas memasok bawang merah dari luar Kabupaten Jember.

"Sebagian besar bawang merah yang dijual di sini berasal dari Probolinggo, Bondowoso, dan Situbondo. Sementara itu, stok dari Malang sudah habis," jelas Katiyem.

Meski harga melonjak, stok bawang merah masih tersedia meskipun jumlahnya terbatas. Selain bawang merah, harga komoditas lain juga mengalami kenaikan. Cabai merah sret kini dijual seharga Rp 80 ribu per kilogram, sementara harga tomat naik menjadi Rp 12 ribu per kilogram.

Baca juga: Hikmah Ramadan : Puasa Ramadan Metode Merubah Karakter Manusia

"Bawang putih masih stabil di harga Rp 40 ribu per kilogram dan tidak mengalami kenaikan. Sedangkan harga cabai sebenarnya sudah menurun dibanding awal Ramadan, di mana sempat menyentuh Rp 140 ribu per kilogram," tambahnya.

Kenaikan harga bumbu dapur ini cukup berdampak pada masyarakat, terutama bagi ibu rumah tangga seperti Ratna, warga Tegal Besar, Kaliwates, Jember. Ia mengaku kesulitan mengatur anggaran belanja rumah tangga di tengah lonjakan harga bahan pangan.

Baca juga: Imbas Akumulasi Kartu, 7 Pemain Absen di Laga Semen Padang Vs Persib Bandung, 2 Milik Pangeran Biru

"Mau tidak mau harus lebih berhemat. Makan tanpa sambal rasanya kurang nikmat, tapi bahan-bahannya mahal. Jadi harus pandai-pandai membagi uang untuk kebutuhan lainnya," keluh Ratna.

Ratna juga mengatakan bahwa akibat mahalnya harga bahan pokok, ia terpaksa mengurangi jumlah pembelian lauk. "Biasanya saya beli ayam satu kilogram, sekarang hanya setengah kilogram. Kalau benar-benar terbatas, kadang hanya tahu dan tempe saja yang bisa dibeli," ungkapnya.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(Imam Nawawi/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved