Kamis, 7 Mei 2026

Diaspora Banyuwangi

Gelar Diaspora Banyuwangi, Pemkab Libatkan Warung-Warung Rakyat 

Tahun ini pemkab melibatkan warung-warung rakyat sebagai suguhan bagi ratusan perantau asal bumi Blambangan saat berkumpul tersebut.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
tribunjatimtimur/Aflahul Abidin
WARUNG RAKYAT: Pemkab Banyuwangi mengundang para diaspora Banyuwangi, Kamis (3/4/2025). Tahun ini pemkab melibatkan warung-warung rakyat sebagai suguhan bagi ratusan perantau asal bumi Blambangan saat berkumpul tersebut.  

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BANYUWANGI - Setiap awal Syawal tiap tahunnya, Pemkab Banyuwangi mengundang para diaspora Banyuwangi. Tahun ini pemkab melibatkan warung-warung rakyat sebagai suguhan bagi ratusan perantau asal bumi Blambangan saat berkumpul tersebut. 

Berbagai masakan khas Banyuwangi yang dihadirkan antara lain Ayam Pedas Sambirejo, Pecel Pitik, Rujak Soto, Nasi Tempong hingga Es Krai (semacam buah blewah). Ratusan diaspora tersebut menikmati suguhan khas tersebut sambil melepas kangen di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Kamis (3/4/2025). 

"Ada sate perliman juga, kangen rasanya. Juga tadi sempat menikmati Lontong Jangan yang sudah lama tidak kita makan," kata Suroso, diaspora yang tinggal di Palembang. 

Baca juga: Ajak Anak dan Cucu Gubernur Khofifah Liburan di Pulau Tabuhan Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan peran serta para diaspora amat penting bagi perkembangan Banyuwangi. Dia berharap dengan pertemuan para diaspora ini turut memperkuat pembangunan daerah.

“Tidak hanya ajang saling tepuk tangan, namun juga memperkokoh ikatan kekeluargaan dan sinergi bagi Banyuwangi ke depan,” pintanya.

Ditambahkan Ipuk, hidangan yang disuguhkan kepada perantau ini melibatkan warung rakyat yang cukup dikenal di masyarakat. Harapannya, selain untuk mengobati rindu para perantau akan kuliner khas Banyuwangi, juga untuk memberikan dampak ekonomi kepada pelaku usaha mikro. 

"Selain tombo kangen kepada para diaspora, semoga dengan kami libatkan di acara diaspora juga berdampak ekonomi pada umkm kuliner. Sekaligus mempromosikan usaha mereka ke para pemudik," kata Ipuk. 

Tidak hanya yang berasal dari sejumlah kota di Indonesia, turut hadir para diaspora yang berkiprah di berbagai belahan dunia. Baik hadir secara langsung, maupun mengikuti secara virtual. Mayoritas mereka tergabung dalam Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi).

Baca juga: BREAKING NEWS: Minibus Elf Pemudik Terguling di Jalan Tol Kertosono-Caruban, Delapan Orang Terluka

Diaspora Banyuwangi itu tidak sedikit yang berkiprah di berbagai bidang profesional maupun pengusaha di berbagai negara. Bahkan banyak pula yang kemudian menjadi pejabat publik. 

Sementara itu, sejumlah pemilik warung mengaku senang dilibatkan dalam acara ini. Bagi mereka, ini merupakan kesempatan untuk mempromosikan usahanya lebih luas.

"Harapannya usaha kami bisa dipromosikan para diaspora yangvhadir ke teman-teman atau kerabatnya kalau pas ke Banyuwangi," kata Nanik pemilik warung lontong jangan.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(Aflahul Abidin/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved