Kamis, 11 Juni 2026

Universitas Negeri Malang

Universitas Negeri Malang Bangun Gedung Poliklinik Empat Lantai

Gedung poliklinik tersebut dirancang setinggi empat lantai dengan total anggaran mencapai Rp 29 miliar.

Tayang:
Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Rifky Wdgar
MULAI DIBANGUN: Universitas Negeri Malang (UM) segera membawa gedung poliklinik setinggi empat lantai pada Kamis (24/4/2025). Gedung ini dibangun dengan anggaran senilai Rp 29 Miliar yang difungsikan untuk layanan umum dan laboratorium mahasiswa. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Malang  – Universitas Negeri Malang (UM) resmi memulai pembangunan gedung poliklinik baru yang akan berdiri di depan Fakultas Kedokteran. Pembangunan ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., pada Kamis (24/4/2025).

Gedung poliklinik tersebut dirancang setinggi empat lantai dengan total anggaran mencapai Rp 29 miliar. Dana pembangunan ini sepenuhnya bersumber dari anggaran internal UM.

“Anggaran yang dialokasikan ini murni dari UM,” ujar Prof. Hariyono. 

Ia berharap proses pembangunan berjalan lancar dan nantinya fasilitas ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat umum maupun sivitas akademika. “Semoga pembangunan ini bisa berjalan lancar dan kelak dapat bermanfaat bagi masyarakat dan warga Malang,” imbuhnya.

Poliklinik ini akan berfu

Baca juga: Persada Hospital Berhentikan Terduga Dokter Cabul, Serahkan Penanganan Kasus ke Polisi

ngsi ganda. Selain sebagai pusat pelayanan kesehatan untuk masyarakat umum, juga akan difungsikan sebagai laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa, khususnya dari Fakultas Kedokteran dan program studi lain di bidang kesehatan.

“Poliklinik ini akan dibuka untuk layanan umum dan juga sebagai laboratorium mahasiswa, agar mereka tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga bisa langsung praktik di lapangan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pihak kampus juga berencana menambahkan fasilitas penunjang pada bangunan tersebut, salah satunya adalah helipad di bagian atap. Fasilitas ini dirancang untuk menunjang kebutuhan medis darurat, seperti penanganan pasien cuci darah atau korban kecelakaan, serta distribusi obat-obatan dengan drone.

“Termasuk obat-obatan yang sifatnya darurat nanti bisa dikirim dengan menggunakan drone,” tambah Rektor UM.

Baca juga: Diteror Kiriman Video Porno, Wanita Asal Banyuputih Situbondo Lapor Polisi

Untuk mendukung operasional poliklinik ini, UM telah menyiapkan tenaga medis yang mumpuni. Saat ini, kampus telah memiliki 30 dokter dari berbagai spesialisasi, mulai dari dokter umum, poli gigi, kebidanan, hingga spesialis lainnya.

Dari sisi legalitas, pihak universitas memastikan seluruh proses perizinan telah ditempuh, termasuk Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Hariyono menegaskan komitmen UM untuk menyelesaikan pembangunan secepat mungkin tanpa mengabaikan kualitas. Ia mencontohkan efisiensi pembangunan dari negara lain sebagai inspirasi.

“Semoga pembangunan bisa dilaksanakan dengan cepat, tanpa menunggu deadline. Kami belajar dari negara lain seperti China, mereka dapat bekerja dengan cepat tanpa mengorbankan kualitas dan layanan,” jelasnya.

Pembangunan gedung ini ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025.

(Rifky Edgar/TribunJatimTimur.com)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved