Kamis, 11 Juni 2026

Haji 2025

615 CJH Bondowoso Ikuti Manasik Haji, Jadwal berangkat 11 Mei 2025

Calon jemaah haji (CJH) Bondowoso, Jawa Timur yang dipastikan berangkat tahun ini berjumlah 615 orang

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Sri Wahyunik
TribunJatimTimur.com/Sinca Ari Pangistu
MANASIK HAJI - CJH Bondowoso melakukan manasik haji dengan mengenaka pakaian ihram di depan Masjid Agung At Taqwa, pada Rabu (30/4/2025). 615 CJH asal Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berangkat haji di musim Haji 2025 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BONDOWOSO - Calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur yang dipastikan berangkat tahun ini berjumlah 615 orang.

Jumlah ini turun hingga dua kali dibanding data awal yakni 739, kemudian turun lagi 709 orang.

Menurut Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bondowoso, Suharyono, penyebab turunnya jumlah CJH yang akan berangkat karena ditunda.

Hari ini sekitar pukul 06.00 WIB pagi tadi, Kemenag Bondowoso mendapatkan surat dari Kanwil Jatim, ada tambahan cadangan yang positif berangkat lagi sebanyak 10 orang.

“Kami umumkan 10 orang itu, sehingga totalnya menjadi 615 yang positif berangkat.

Tidak tahu apakah besok, lusa akan ada data naik lagi,” paparnya di tengah pelaksanaan Manasik haji di di depan Masjid Agung At Taqwa, pada Rabu (30/4/2025).

Ia menerangkan, untuk jamaah yang kategori lansia sebanyak 10 orang.

Baca juga: Praktik Joki UTBK SNBT di Universitas Jember Terungkap, Diduga Melibatkan Pegawai Kampus

Sementara JCH tertua bernama Bahriya bin Sabidin, Lahir 05 Oktober 1929 atau berusia 95 tahun 6 bulan Alamat Dusun Krajan RT 001 RW 001 Desa Kemirian Kecamatan Tamanan. 

Kemudian, CJH termuda bernama Salsabilatun Nikmah berusia 18 tahun 2 bulan ada Desa Gunung Sari, Kecamatan Maesan.   

Mereka dijadwalkan akan berangkat pada 11 Mei 2025.

Pantauan di lapangan, seluruh CJH yang akan berangkat tengah mengikuti manasik haji
Dengan menggunakan pakaian ihram, para CJH melakukan niat ihram, wukuf di Arafah, Muzdalifah, Mina, lempar Jumrah. 

Kemudian untuk praktik tawaf berlangsung di dalam Masjid Agung At-Taqwa. Petugas sudah menyediakan miniatur Ka'bah.

Menurut Suharyono, latihan praktik ini betul-betul disesuaikan dengan pelaksanaan di Tanah Suci.

“Takut terulang lagi ke jamaah kita (melakukan tawaf hanya 3 kali pada tahun 2017 karena saat ditanya latihannya hanya 3 kali, red)," pungkasnya.

 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved