Berita Bojonegoro
Sosok Cipto Rahayu, Pengusaha Dermawan yang Tewas Dibacok Saat Salat Subuh di Bojonegoro
Cipto merupakan satu dari tiga korban pembacokan brutal yang terjadi saat salat Subuh berjemaah di Musala Al-Manar, Selasa (29/4/2025) lalu.
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bojonegoro — Suasana duka menyelimuti Desa Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, setelah wafatnya Cipto Rahayu (60), tokoh masyarakat yang dikenal sebagai pengusaha dermawan dan religius. Ratusan warga turut mengiringi kepergiannya ke tempat peristirahatan terakhir, Senin (5/5/2025) sore.
Cipto merupakan satu dari tiga korban pembacokan brutal yang terjadi saat salat Subuh berjemaah di Musala Al-Manar, Selasa (29/4/2025) lalu.
Setelah menjalani perawatan intensif selama sepekan di ruang ICU RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, nyawanya tak tertolong. Ia mengembuskan napas terakhir pada pukul 14.55 WIB.
Baca juga: Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Bank Jatim Kalisat Jember
Jenazah almarhum tiba di rumah duka sekitar pukul 17.00 WIB, disalatkan, lalu dimakamkan di pemakaman umum Desa Kedungadem pada pukul 18.30 WIB.
Warga tampak berjejer di sepanjang jalan menuju makam sebagai bentuk penghormatan terakhir terhadap sosok yang selama ini dihormati dan dicintai.
Bagi warga Kedungadem, kepergian Cipto meninggalkan luka mendalam. Ia bukan sekadar seorang pengusaha, tetapi figur panutan yang aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Banyak warga menyampaikan kesaksian tentang kebaikan hati almarhum.
Baca juga: Anak 15 Tahun Aniaya Teman karena Utang Rp 27 Ribu, Polisi Telusuri Keterkaitan dengan Geng Motor
"Pak Cipto itu orangnya halus, lemah lembut, dan dikenal sangat dermawan. Setiap bulan, beliau rutin memberikan bantuan kepada fakir miskin, janda, dan anak yatim," ujar Ibnu, salah satu warga yang mengenal dekat sosok Cipto.
Menurut Ibnu, Cipto juga dikenal sebagai pribadi pendiam namun penuh perhatian. Ia selalu hadir di kegiatan keagamaan dan bahkan menjadi salah satu yang paling aktif di Musala Al-Manar.
"Beliau biasanya yang adzan, dan selalu hadir berjemaah. Kalau ada acara kampung, apa pun yang kurang selalu dibantu oleh beliau," tambahnya.
Hal serupa disampaikan H. Kusnan, marbot Musala Al-Manar. Ia mengenang kebaikan Cipto yang secara rutin memberikan bantuan ke musala.
Baca juga: Apresiasi Ipuk Terhadap Perjuangan Guru Muda yang Entaskan Anak Putus Sekolah di Pelosok Banyuwangi
"Beliau tiap bulan ngasih uang buat kebutuhan musala. Kadang Rp200 ribu, kadang lebih. Itu rutin, tanpa pernah diminta," kenangnya.
Insiden yang merenggut nyawa Cipto juga menewaskan Abdul Aziz (63), Ketua RT setempat. Sementara istri Aziz, Arik Wijayanti (60), mengalami luka bacok serius masih menjalani rawat jalan untuk memulihkan kondisi fisiknya.
Sementara pelaku pembacokan, Sujito (67), yang juga warga desa setempat, telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Bojonegoro.
Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap bahwa motif pembunuhan dipicu oleh konflik tanah dan dendam pribadi yang telah berlangsung lama.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur
(Misbahul Munir/TribunJatimTimur.com)
| Momentum Dies Natalis ke-45 Unigoro Bisa Daftar Kuliah Gratis, Eksklusif Hanya di 9 April 2026! |
|
|---|
| Khazanah Lokal Iringi Lulusnya 535 Wisudawan XXXIX Unigoro, Bupati Bojonegoro: Lulusan Harus Adaptif |
|
|---|
| Terpanjang di Bojonegoro! 1.110 Mahasiswa Unigoro Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 132 Meter |
|
|---|
| Flashmob 1.110 Peserta PKKMB Unigoro 2025 Iringi Momen Orientasi Universitas Terbaik di Bojonegoro |
|
|---|
| Jukir PPPK di Bojonegoro Curi Kotak Amal, Diamuk Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/pemakaman-jenazah-cipto.jpg)