Berita Banyuwangi
Komplotan Polisi Gadungan Sergap Warga Glenmore Banyuwangi, Rampas Harta hingga Setrum Korban
Komplotan polisi gadungan beraksi di Kabupaten Banyuwangi. Mereka menguras harta korban dan menyiksanya.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Komplotan polisi gadungan beraksi di Kabupaten Banyuwangi. Mereka menguras harta korban dan menyiksanya.
Komplotan tersebut dipimpin Hairul Anwar, warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Anwar bersama lima orang temannya datang ke Banyuwangi dan menarget CH, warga Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore.
"Kejadian pada 11 April di rumah korban," kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, saat ungkap hasil tangkapan, Senin (19/5/2025).
Anwar dkk. datang ke rumah korban pada sore hari. Menyaru sebagai anggota Mabes Polri, mereka ditemui oleh suami korban. Kebetulan saat itu korban masih tidur siang.
Setelah mengenalkan diri sebagai anggota polisi yang sedang menangani sebuah perkara, para pelaku langsung mendatangi tempat korban tidur.
"Korban yang sedang tidur ditarik, dipaksa ke ruang kerja, diborgol, diintimidasi, dan dirampas barang-barangnya," katanya.
Baca juga: Konsisten Lakukan Inovasi, UGM Yogyakarta Kaji Banyuwangi jadi Model Pembangunan Daerah
Bahkan, tersangka juga sempat menyengat korban dengan setrum saat kejadian tersebut.
Setelahnya, para tersangka pergi dengan membawa barang-barang berharga milik korban. Antara lain empat laptop, sembilan handphone, kamera digital, dan sepeda motor berserta surat-suratnya.
Selain itu, tersangka juga menguras uang di rekening korban senilai Rp 16 juta. Jika ditotal, barang dan uang yang tersangka rampok senilai sekitar Rp 150 juta.
Setelah para tersangka pergi, korban melapor ke kantor polisi. Aparat menangkap tersangka Anwar pada 12 Mei 2025 di Bekasi. Sementara lima tersangka lain masih dikejar.
Menurut polisi, Anwar adalah otak perampokan. Ia menyaru sebagai polisi berpangkat kompol.
Baca juga: Heran Tak Ada Pemain Persib Bandung di Timnas Indonesia, 2 Nama Disebut Masih Layak Dipanggil
Sebagai polisi gadungan, Anwar memiliki beberapa atribud polisi. Mulai dari seragam polri, tanda pengenal, sepatu boot, dan pernak pernik aparat lainnya.
"Dalam aksinya, korban juga membawa pistol mainan," tuturnya.
Atas perbuatannya, Anwar kini harus mendekam di tahanan Polresta Banyuwangi. Ia dijerat dengan pasal yang mengatur tentang pencurian dengan pemberatan.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur
(Aflahul Abidin/TribunJatimTimur.com)
Nenek di Banyuwangi Ditemukan Meninggal dengan Wajah Bengkak, Polisi Pastikan Bukan karena Kekerasan |
![]() |
---|
Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk di Jalur Situbondo-Banyuwangi |
![]() |
---|
Banyuwangi Pilot Project Digitalisasi Bansos, Luhut Minta Ipuk Bagikan Pengalaman ke Daerah Lain |
![]() |
---|
Bupati Ipuk dan Empat Menteri Finalisasi Pilot Project Penyempurnaan Digitalisasi Bansos |
![]() |
---|
CFD di Jalan Ahmad Yani Banyuwangi Makin Ramai, Lebih dari 370 Pelapak UMKM Antusias |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.