Berita Bondowoso
90 Persen Desa di Bondowoso Sudah Bentuk Koperasi Merah Putih
Hampir 90 persen dari total 219 desa dan kelurahan di Bondowoso telah rampung melaksanakan musyawarah desa pembentukan koperasi merah putih
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Sri Wahyunik
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BONDOWOSO - Hampir 90 persen dari total 219 desa dan kelurahan di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur telah rampung melaksanakan musyawarah desa (Musdes) pembentukan koperasi merah putih (KMP).
Ditargetkan pembentukan KMP akan rampung hari ini, 28 Mei 2025.
Menurut Plt Dinas Keperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Moelyadi, pihaknya melakukan percepatan pembentukan KMP dengan dibantu oleh sejumlah pihak terkait.
"Kita dibantu banyak pihak," ujarnya dikonfirmasi pada Selasa (27/5/2025).
Ia menerangkan, usai pembentukan KMP selanjutnya akan dilakukan pembuatan akta notaris. Pihaknya telah menggandeng 10 notaris dari Bondowoso.
"Kita minta mereka untuk membantu proses pengajuan, hingga penerbitan akta," ujarnya.
Keberadaan KMP, kata Molyadi, nanti bisa memilih badan usaha, sesuai dengan potensi dan kearifan lokal masyarakat sekitar atau anggotanya.
“Koperasi bisa berperan menampung produk dari petani,” katanya.
Baca juga: Polisi Banyuwangi Sita 2 Kg Sabu-sabu dari Bandar, Diduga Jaringan Ibu Kota
Sementara terkait permodalan koperasi bisa didapat melalui Himbara. Namun, jika desa memiliki modal secara mandiri, tetap diperbolehkan untuk mengadakan permodalan secara mandiri.
Dikonfirmasi di lokasi yang sama, Asisten Deputi Sistem Distribusi Pangan Kemenko Pangan, Muhammad Saleh Nugrahadi mengatakan, setelah musdes pembentukan koperasi merah putih, selanjutnya yakni memasukan data dalam SABH melalui notaris.
Namun begitu, pembentukan koperasi merah putih di Bondowoso, hingga kemarin belum ada yang masuk dalam Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH).
“Sampai 12 Juli nanti diluncurkan, akan dilihat berapa koperasi merah putih yang sudah terbentuk,” katanya.
Disinggung tentang permodalan, katanya, sebelum modal awal dapat dicairkan, koperasi merah putih harus melakukan pemetaan potensi masing-masing desa. Serta membuat proposal pengajuan, untuk diuji kelayakannya oleh pihak terkait.
“Akan dilakukan review oleh bank himbara. Berapa modal awal yang dapat digelontorkan,” tuturnya.
Lebih lanjut dia menegaskan, berdasarkan arahan Presiden Prabowo, badan usaha koperasi tak hanya fokus pada ketahanan pangan.
Bentuknya bisa beragam, sesuai dengan potensi dan karakter yang ada di desa/kelurahan. Mulai dari perikanan, peternakan, wisata, gerai, hingga simpan pinjam.
"Bahkan nanti, koperasi merah putih bisa jadi rumah pangan kita,” pungkasnya.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur
(TribunJatimTimur.com)
| Gandeng Dinsos P3AKB, PA Bondowoso Inisiasi Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak Pasca Perceraian |
|
|---|
| 23 SPPG di Kabupaten Bondowoso Tidak Beroperasi, Penyebabnya Anggaran Belum Cair |
|
|---|
| Gerak Cepat BPBD Bondowoso Pasok 20 Item Logistik dan Perkim Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran |
|
|---|
| Pria di Bondowoso Gendong Ibu dan Istri Sakit saat Rumahnya dan Kakaknya Ludes Terbakar |
|
|---|
| 2000 Meter Persegi Ilalang di Bondowoso Terbakar, Damkar, TNI dan Polri Lakukan Pemadaman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/musdes-Koperasi-Merah-Putih.jpg)