Kamis, 11 Juni 2026

Perawatan Kulit Lansia

Antisipasi Masalah Kulit, Ini Rekomendasi Perawatan untuk Lanjut Usia

Seiring bertambahnya usia, kulit pun mengalami berbagai perubahan alami yang membuatnya lebih rentan terhadap gangguan kesehatan.

Tayang:
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Haorrahman
tribunjatimtimur/Nur Ika Anisa
KESEHATAN KULIT: Ilustrasi kondisi kulit pada usia lanjut terkait pembahasan kesehatan kulit kering. Kesehatan kulit juga tak hanya penting dijaga dari luar, tetapi dari dalam tubuh. Asupan nutrisi yang tercukupi, akan berpengaruh pada kesehatan menyeluruh. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Surabaya - Masalah kulit tidak hanya dialami oleh anak muda atau dewasa, tetapi juga sering terjadi pada kelompok usia lanjut, khususnya mereka yang berusia di atas 50 tahun. Seiring bertambahnya usia, kulit pun mengalami berbagai perubahan alami yang membuatnya lebih rentan terhadap gangguan kesehatan.

Menurut dr. Novita Damayanti, Sp.DVE, Dokter Estetika dari Profira Clinic, perubahan pada kulit merupakan bagian wajar dari proses penuaan. Salah satu tanda yang paling terlihat adalah munculnya keriput dan kulit wajah yang mulai mengendur. Namun, efek penuaan tidak hanya sebatas itu.

“Selain keriput, kulit lansia cenderung menjadi lebih kering, mudah gatal, dan lebih rentan terhadap infeksi jamur,” ujar dr. Novita, Selasa (3/5/2025).

Salah satu masalah kulit yang paling sering dialami lansia adalah xerosis kutis, atau kulit kering. Kondisi ini menyebabkan rasa tidak nyaman, termasuk gatal kronis (pruritus senilis) yang tidak selalu muncul di area tertentu.

Baca juga: Dua Pelaku Spesialis Pembobol Toko Tewas Ditembak Polisi di Tol Kejapanan

“Kadang gatalnya muncul di punggung atau kaki, dan itu karena proses penuaan yang memengaruhi kadar air di kulit,” jelas alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga tersebut.

Kulit yang kehilangan kelembapan tidak hanya terasa kering, tetapi juga menyebabkan lapisan pelindung kulit (skin barrier) menjadi lebih lemah. Hal ini membuka peluang munculnya berbagai gangguan kulit lainnya, seperti dermatitis, infeksi jamur, infeksi virus, hingga ruam kulit, terutama pada lansia dengan kondisi tertentu seperti inkontinensia urine (kesulitan mengontrol buang air kecil).

Menghadapi berbagai perubahan ini, dr. Novita menyarankan agar lansia lebih selektif dalam memilih produk perawatan kulit. Salah satunya adalah mengganti sabun antiseptik atau pemutih dengan sabun yang memiliki kandungan pelembap.

Baca juga: Tempat Uji Kompetensi SMK di Banyuwangi Jadi Benchmark Nasional Vokasi Honda

“Karena keluhan utama biasanya kulit kering, sebaiknya hindari sabun yang bersifat antiseptik atau whitening. Pilihlah sabun yang melembapkan untuk menjaga fungsi pelindung kulit,” sarannya.

Selain sabun, perawatan dasar seperti pembersih wajah, pelembap, dan tabir surya juga penting digunakan secara rutin. Ketiganya membantu memperbaiki dan melindungi lapisan kulit yang mulai melemah akibat proses penuaan.

Baca juga: Persib Bandung Tertarik? 1 Bintang Timnas Indonesia Bisa Direkrut, 1 Sosok Telah Beri Izin

Tak hanya dari luar, menjaga kesehatan kulit juga perlu dilakukan dari dalam tubuh. Asupan makanan bergizi sangat berperan dalam mempertahankan kondisi kulit yang sehat dan kuat.

“Baik usia muda maupun lanjut, asupan makanan tetap penting. Namun, pada lansia, kebutuhan untuk menjaga barrier kulit jauh lebih penting. Selain menggunakan pelembap, konsumsi makanan sehat juga perlu ditingkatkan,” ungkap dr. Novita.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(Nur Ika Anisa/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved