Senin, 13 April 2026

Bupati Rio Minta Dibentuk Wadah para Penerima Beasiswa Cerdas Situbondo 

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mendorong pembentukan aplikasi atau yayasan bagi penerima Beasiswa Cerdas agar terpantau dengan baik.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Izi Hartono
SHARING: Para mahasiswa penerima beasiswa cerdas saat mengikuti sharing session di Pendopo Kabupaten Situbondo. 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Situbondo - Pemkab Situbondo menggelar sharing session bersama para penerima Beasiswa Cerdas, di Pendopo Kabupaten, Sabtu (16/8/2025). Pertemuan ini difasilitasi Dinas Pendidikan dan langsung dipimpin Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rio meminta agar segera dibentuk wadah berupa aplikasi atau yayasan khusus untuk para penerima Beasiswa Cerdas. Menurutnya, kehadiran wadah tersebut penting sebagai pusat koordinasi, database, hingga peluang magang dan kerja.

“Jika ada aplikasi dan kantornya, mereka bisa lebih mudah berkoordinasi. Misalnya ada kantor Beasiswa Cerdas, pasti lebih enak,” ujar Bupati Rio.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Situbondo, Fathor Rahman, menjelaskan program beasiswa ini telah berjalan sejak 2013 dengan nama Beasiswa Unggul. Pada periode 2021–2025, total penerima beasiswa tercatat sebanyak 135 mahasiswa.

Baca juga: Bonek Soroti Kemenangan Tipis Persebaya Atas Persita Tangerang, 1 Pemain Panen Pujian

“Tentu banyak yang sudah lulus. Dari 135 mahasiswa, ada 35 orang di bidang eksakta dan 100 orang dari program sosial,” kata Fathor.

Meski sebagian besar penerima berasal dari bidang sosial, pemerintah daerah tetap memberi prioritas pada prodi eksakta, terutama kedokteran.

Kebutuhan Dokter Masih Tinggi

Fathor mengungkapkan, hingga saat ini Situbondo masih kekurangan tenaga medis. Setidaknya ada kebutuhan 35 dokter, sementara mahasiswa kedokteran penerima beasiswa baru berjumlah lima orang.

Baca juga: Tanda Didepak Chelsea? Nicolas Jackson Absen saat Laga Pertama Liga Inggris Lawan Crystal Palace

“Dari lima mahasiswa kedokteran itu, ada yang sedang menempuh spesialis. Harapan kami, setelah lulus mereka tetap mengabdi di Situbondo,” ujarnya.

Menurut Fathor, salah satu kelemahan program ini adalah minimnya jejaring antar alumni. Banyak lulusan yang tidak terpantau arah kariernya. Karena itu, aplikasi yang diminta Bupati akan sangat membantu pemetaan para penerima beasiswa.

“Selama ini setelah mereka lulus, tidak ada sistem pemantauan. Dengan aplikasi itu, kita bisa tahu jumlah penerima, posisi, dan arah kerjanya,” jelasnya.

Bupati Situbondo menegaskan, penerima Beasiswa Cerdas sebaiknya dipersiapkan agar sesuai kebutuhan daerah. Selain tenaga medis, bidang kelautan, perikanan, dan kerajinan juga disebut sebagai prioritas ke depan.

Baca juga: Sebelum Batal, Inter Milan dan AS Roma Sempat Capai Kesepakatan untuk Transfer Gelandang Prancis

“Saya minta agar seleksi lebih diarahkan ke prodi yang dibutuhkan daerah, misalnya perikanan dan kelautan. Situbondo punya potensi besar di sektor itu,” tutur Rio.

Ia juga menekankan agar penerima beasiswa tidak meninggalkan Situbondo setelah lulus, kecuali ada peluang karier besar di luar daerah.

“Pokoknya jangan pergi dari Situbondo. Kita butuh tenaga ahli, terutama dokter,” tegasnya.

Bupati Rio menutup dengan instruksi agar pembentukan aplikasi atau yayasan untuk penerima Beasiswa Cerdas bisa segera terealisasi dalam waktu dekat.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved