Berita Banyuwangi
Rekap Kecelakaan 2025: 209 Orang Tewas di Jalan Raya Banyuwangi
Sepanjang 2025, kecelakaan lalu lintas di Banyuwangi menewaskan 209 orang. Meski turun dari 2024, angkanya masih tergolong tinggi.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Sepanjang 2025, 209 orang meninggal akibat kecelakaan di Banyuwangi.
- Total terjadi 907 peristiwa kecelakaan lalu lintas.
- Korban luka mencapai 1.247 orang, didominasi luka ringan.
- Angka kecelakaan dan korban turun dibanding 2024.
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi – Sepanjang tahun 2025, sebanyak 209 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Banyuwangi. Data ini menjadi catatan serius meskipun secara statistik menunjukkan penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Selain korban meninggal, kecelakaan lalu lintas di Banyuwangi juga menyebabkan 1.247 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, satu korban mengalami luka berat, sementara 1.246 lainnya mengalami luka ringan.
907 Peristiwa Kecelakaan Sepanjang Tahun
Berdasarkan rekapitulasi Polresta Banyuwangi, selama 12 bulan terakhir terjadi 907 peristiwa kecelakaan lalu lintas. Seluruh kejadian tersebut menimbulkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 1,21 miliar.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra menyampaikan bahwa secara keseluruhan, angka kecelakaan maupun jumlah korban pada 2025 mengalami penurunan dibanding tahun 2024.
“Jumlah kecelakaan lalu lintas pada 2025 turun 13,55 persen, dari 1.122 peristiwa pada 2024 menjadi 970 peristiwa,” ujar Rama, Rabu (31/12/2025).
Korban Meninggal Turun, Tapi Masih Tinggi
Rama menjelaskan, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan signifikan.
“Korban meninggal dunia turun 17,72 persen, dari 254 orang pada 2024 menjadi 209 orang pada 2025,” jelasnya.
Penurunan juga terjadi pada korban luka berat, dari tiga orang pada 2024 menjadi satu orang pada 2025, atau turun 66,67 persen. Sementara korban luka ringan menurun 7,57 persen, dari 1.348 orang menjadi 1.246 orang.
Dari sisi kerugian materiil, nilai kerusakan akibat kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan.
“Kerugian materiil turun dari Rp 1,787 miliar pada 2024 menjadi Rp 1,217 miliar pada 2025,” tambah Rama.
Polisi Imbau Kesadaran Berlalu Lintas
Meski tren menunjukkan penurunan, Kapolresta Banyuwangi menilai angka kecelakaan dan korban masih tergolong tinggi. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin dalam berlalu lintas.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, tidak ugal-ugalan, serta selalu mengutamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” tegasnya.
| KA Sangkuriang Segera Meluncur, Banyuwangi Kini Tersambung Langsung dengan Bandung |
|
|---|
| Miliki Peran Strategis, Bupati Ipuk Ajak Diaspora Banyuwangi Perkuat Jaringan |
|
|---|
| Dua Kasus Elpiji Oplosan di Banyuwangi Dibekuk, Salah Satu Tersangka Pemilik Pangkalan |
|
|---|
| 136 Meteran PUDAM Banyuwangi Hilang Dicolong, Pelaku Terekam CCTV |
|
|---|
| Perhutani Banyuwangi Raya-Kejari Teken MoU Terkait Penangangan Hukum Pengelolaan Hutan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Elf-yang-terlibat-kecelakaan-maut-di-Jalan-Raya-Situbondo-Banyuwangi.jpg)