Senin, 1 Juni 2026

MBG Bondowoso

Bondowoso Buka Call Center Pengaduan Program Makan Bergizi Gratis

Satgas MBG Bondowoso buka call center pengaduan di Dinas Pendidikan untuk keluhan dan masukan program makan bergizi gratis.

Tayang:
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Sinca Ari Pangistu
MBG: Siswa dI SD Negeri Rejoagung 1, Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso saat menikmati makan bergizi gratis (MBG) ditinjau langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, serta Komandan Kodim 0822, pada Jum'at (26/9/2025). 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Bondowoso membuka Call Center pengaduan yang berlokasi di Dinas Pendidikan setempat. Layanan ini disediakan agar masyarakat bisa menyampaikan keluhan, masukan, maupun laporan terkait pelaksanaan program MBG.

Masyarakat yang ingin melapor dapat menghubungi nomor layanan MBG Bondowoso di 0895403109220. Selain melalui call center, pengaduan juga bisa dilakukan lewat aplikasi KANDA yang dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Bondowoso.

“Call center ada di Dinas Pendidikan, laporan juga bisa melalui aplikasi KANDA,” jelas Ketua Satgas MBG Bondowoso, Puspo Pranoto, usai mengikuti rapat terkait program MBG di Aula Sabha Bina Praja 1, Rabu (1/10/2025).

Baca juga: Edukasi Batik Bondowoso pada Anak TK, Kenalkan Motif Daun Singkong dan Topeng Kona

Puspo mengatakan setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti Satgas MBG dengan berkoordinasi bersama Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Bondowoso.

“Fungsi kita adalah koordinasi dengan BGN,” tambah Puspo yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Bappelitbangda Bondowoso.

Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Arh Achmad Yani, mendukung keberadaan call center ini. Menurutnya, laporan yang masuk akan langsung diproses agar tidak menimbulkan kendala berlarut.

“Kita bisa langsung tindak lanjuti,” tegasnya.

Baca juga: Sekolah Rusak karena Gempa Ratusan Siswa SDN Kotakulon 2 Bondowoso Belajar di Tenda Darurat

Lebih lanjut, pihaknya berencana menggelar simulasi penanganan darurat di dapur SPPG. Simulasi tersebut mencakup berbagai kemungkinan, mulai dari kebakaran, mati listrik, keracunan makanan, hingga kendala akses layanan kesehatan di daerah penerima manfaat yang jauh dari fasilitas medis.

“Kita coba komunikasikan dengan pihak SPPG, jika terjadi sesuatu bagaimana tindakannya. Harus jelas siapa melakukan apa,” ujarnya.

Saat ini tercatat sudah ada 14 dapur SPPG yang beroperasi. Distribusi program makan bergizi gratis tercatat mencapai 3.400 siswa terbanyak dan 2.600 siswa terendah. Dalam waktu dekat, jumlah dapur SPPG akan ditambah lagi sebanyak 8 unit untuk memperluas jangkauan penerima manfaat.

“Dalam waktu dekat ada tambahan delapan dapur,” tambahnya.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved