Berita Bondowoso
Anak Sapi Berkepala Dua Lahir di Bondowoso, Diduga Akibat Kelainan Genetik
Seekor pedet atau anak sapi berkepala dua lahir di Bondowoso. Dokter hewan menduga kelainan ini akibat faktor genetik atau inbreeding.
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Warga Desa Kerang, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, dihebohkan kelahiran seekor pedet (anak sapi) berkepala dua, Sabtu (11/10/2025) pagi.
Sejak kabar tersebar, rumah sang pemilik sapi, Fauzi (50), ramai didatangi warga yang penasaran ingin melihat langsung anak sapi tersebut.
“Banyak yang datang sejak pagi sampai sore,” kata Fauzi saat dikonfirmasi.
Fauzi menambahkan pedet berkepala dua itu masih hidup hingga sore hari, dan ia memberi susu menggunakan botol bayi.
“Saya peraskan susu induknya, lalu saya kasih pakai dot,” ujarnya dalam bahasa Madura.
Proses Kelahiran Dibantu Dokter Hewan
Sapi indukan Fauzi melahirkan setelah masa kebuntingan sekitar 11 bulan. Proses persalinan berlangsung pada pukul 08.00 WIB, dibantu oleh drh. Galih Aji Wijaksono dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso.
Baca juga: Berpotensi Legalkan Maksiat, MUI Kota Probolinggo Tolak Perda Hiburan Malam
Menurut Galih, proses kelahiran berlangsung sekitar 15–20 menit, namun tidak berjalan normal.
“Saat keluar, posisi kepalanya tidak sesuai jalur normal. Biasanya dua kaki depan dan kepala muncul bersamaan, tapi kali ini hanya satu kaki yang terlihat,” jelasnya.
Setelah dilakukan penyesuaian posisi, anak sapi akhirnya berhasil dilahirkan. Secara visual, pedet itu memiliki dua kepala, empat mata, dua mulut, dan dua rahang, namun hanya dua telinga.
Baca juga: Kesaksian Korban Selamat Kapal Anugerah Indah 18 Terbakar, Ledakan di Ruang Mesin
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Bondowoso, drh. Cendy Herdiawan, menjelaskan kasus seperti ini biasanya disebabkan oleh kelainan genetik atau inbreeding (perkawinan sedarah) pada sapi.
“Kadang peternak tidak tahu asal usul bibit sapi yang dibeli, sehingga terjadi perkawinan sedarah tanpa disadari,” ujarnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kapal Terbakar di Samudera Hindia, 1 Tewas 7 Luka Bakar, Dievakuasi ke Banyuwangi
Cendy menambahkan, pedet dengan kondisi seperti itu umumnya tidak bertahan lama. Berdasarkan pemeriksaan, terdapat luka terbuka di bagian kepala yang menandakan cacat lahir.
“Kalau otaknya satu, biasanya bisa hidup agak lama. Tapi kalau otaknya dua, biasanya tidak bertahan,” jelasnya.
Meski secara teori operasi bisa dilakukan di ruangan steril, Cendy menilai proses pemulihan pascaoperasi sangat sulit dan membutuhkan fasilitas khusus.
“Kalau operasi seperti ini memang sulit, karena butuh ruang khusus dan pengawasan intensif,” tambahnya.
(TribunJatimTimur.com)
pedet berkepala dua
Anak sapi berkepala dua
TribunJatimTimur.com
inbreeding sapi
Bondowoso
berita bondowoso hari ini
| 518 Guru Ngaji di Bondowoso Belum Terima Insentif, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Pembangunan Jembatan Sentong Bondowoso Dimulai, Ditargetkan Rampung 8 Bulan |
|
|---|
| Tumpahan Solar di Jalan Binakal Bondowoso Sebabkan Banyak Pengendara Motor Terjatuh |
|
|---|
| Hindari Motor di Jalan Sempit, Truk Muatan Gabah Terguling ke Sawah di Grujugan Bondowoso |
|
|---|
| Motor Terjun ke Jurang 50 Meter di Jembatan Koncer Bondowoso, Pengendara Selamat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Pedet-kepala-dua-Bondowoso.jpg)