Berita Bondowoso

Jatanras Polda Jatim Hadiri Doa Bersama HUT ke-50 Ponpes Nurut Taqwa Bondowoso

Jatanras Polda Jatim mengikuti doa bersama HUT ke-50 Ponpes Nurut Taqwa Bondowoso, mendoakan keselamatan bangsa dan korban bencana.

Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Sinca Ari Pangistu
DOA BERSAMA - AKBP Arbaridi Jumhur, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim (kopiah hitam dan celana coklat ) dan Pimpinan Ponpes Nurut Taqwa, KH Nawawi Maksum (kopiah hitam sarung coklat tua) dalam Haul ke-50 Ponpes di Desa Grujugan, Kecamatan Cermee, Bondowoso, pada Sabtu (10/1/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Polda Jatim mengikuti doa bersama HUT ke-50 Ponpes Nurut Taqwa Bondowoso
  • Doa dipanjatkan untuk keselamatan bangsa dan korban bencana Aceh-Sumatra
  • HUT diisi peresmian Asrama Putri Mutia dan mengenang pendiri pesantren
  • Pesantren disebut sebagai benteng akidah dan pencegah kenakalan remaja

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso – Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur mengikuti doa bersama dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50, Pondok Pesantren Nurut Taqwa, Desa Grujugan, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (10/1/2026) malam.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur bersama Pimpinan Ponpes Nurut Taqwa, KH Nawawi Maksum, dan ribuan jemaah memanjatkan doa untuk keselamatan Nusantara. Doa secara khusus dipanjatkan bagi para korban bencana alam di wilayah Aceh dan Sumatra.

Selain doa bersama, rangkaian kegiatan HUT ke-50 Ponpes Nurut Taqwa juga diisi dengan peresmian Asrama Putri Mutia serta kegiatan mengenang perjuangan pendiri pesantren, KH Ma’shum Zainullah.

Baca juga: Polda Jatim Periksa Enam Saksi Kasus Dugaan Perusakan Ribuan Pohon Kopi PTPN Bondowoso

Pengasuh Pondok Pesantren Nurut Taqwa, KH Nawawi Maksum, menyampaikan bahwa pesantren tersebut dirintis dengan penuh perjuangan, pengorbanan, serta doa yang tak pernah putus oleh pendirinya.

“Pesantren ini dirintis dengan keringat, air mata, dan doa tanpa henti oleh Almagfurlah KH Ma’shum Zainullah,” ungkap Gus Nawawi.

Ia menjelaskan, masa awal berdirinya, KH Ma’shum berjuang menjaga keamanan akidah umat di Bondowoso. Perjuangan tersebut, menurutnya, akan terus dilanjutkan oleh generasi penerus pesantren.

“Dan kini hingga nanti, insyaallah perjuangan ini akan terus berlanjut,” katanya.

Baca juga: Polisi Diduga Terlibat Kematian Mahasiswi Probolinggo, Kini Diperiksa Polda Jatim

Selain memperingati hari lahir pesantren, para jemaah juga mendoakan para korban bencana alam di Aceh dan Sumatra agar segera diberikan pemulihan dan kekuatan. Doa bersama ini menjadi wujud solidaritas dan kepedulian atas musibah yang merenggut korban jiwa serta harta benda.

AKBP Jumhur menekankan pentingnya peran pesantren dan santri dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Menurutnya, pesantren juga menjadi benteng dalam mencegah kenakalan remaja.

“Pemuda yang ada di pesantren itu sangat beruntung. Dari pagi sampai malam kan terarah hidupnya,” ujarnya.

Baca juga: Jasad Perempuan Muda Asal Probolinggo Ditemukan di Pasuruan, Kasus Diambil Alih Polda Jatim

Ia menyoroti sebagian besar pelaku kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Tapal Kuda didominasi oleh kalangan anak muda. Menurutnya, fenomena tersebut tidak lepas dari pengaruh media sosial.

“Rata-rata pelakunya anak muda. Mereka melihat di media sosial semuanya terlihat bahagia, ingin merasakan hal yang sama, tapi caranya salah,” jelasnya.

Ia menyebut, curanmor kerap dipilih karena dianggap sebagai jalan cepat untuk mendapatkan uang, meskipun berujung pada tindak kriminal.

“Curanmor pun seperti itu, pelakunya itu rata-rata anak muda. Ya mungkin korban dari melihat di medsos juga,” tambahnya.

(TribunJatimTimur.com)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved