Berita Bondowoso
Beberapa Titik Longsor Terjadi di Dua Desa Kecamatan Pakem Bondowoso
Hujan deras picu longsor di Pakem, Bondowoso. Akses jalan tertutup, BPBD pastikan tak ada korban jiwa.
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Hujan deras picu longsor di enam titik Jalan Raya Wringin, Pakem, Bondowoso.
- Akses jalan antar dusun sempat tertutup material longsor.
- Longsoran berukuran 8x4x3 meter, tidak ada korban jiwa.
- BPBD terjunkan TRC dan Pusdalops untuk penanganan darurat.
- BMKG peringatkan potensi hujan lebat di Jawa Timur hingga 26 Februari 2026.
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso, Jumat (20/2/2026) malam, memicu tanah longsor di sejumlah titik. Peristiwa ini berdampak pada akses jalan warga serta merusak infrastruktur penahan tanah.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, longsor terjadi di enam titik di Jalan Raya Wringin, Desa Patemon. Selain itu, satu titik longsor disertai tumbangnya rumpun bambu juga terjadi di Desa Petung.
Akibat kejadian tersebut, plengsengan mengalami kerusakan dan akses jalan dari Dusun Partelon menuju Dusun Barat Curah sempat tertutup material longsor.
Baca juga: Pencuri Berjaket Hitam di Bondowoso Kian Meresahkan, Warga Minta Polisi Bertindak
“Ukuran longsoran memiliki panjang 8 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 3 meter,” ungkap Kalaksa BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, saat dikonfirmasi, Sabtu (21/2/2026) pagi.
Kristianto menjelaskan, intensitas hujan tinggi yang berlangsung sejak malam menjadi penyebab utama terjadinya longsor. Beruntung, saat peristiwa terjadi tidak ada warga yang melintas di lokasi terdampak.
“Korban jiwa nihil,” jelasnya.
Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bondowoso langsung diterjunkan ke lokasi pada malam kejadian untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat.
Baca juga: Hanya Satu Bulan Terjadi 70 Bencana di Bondowoso, Pemkab Gelar Rakor Kesiapsiagaan
BPBD mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang menyebutkan potensi hujan berintensitas tinggi masih akan terjadi pada 20–26 Februari 2026.
“Saat ini, wilayah Jawa Timur bahkan berada di level siaga hujan lebat,” terangnya.
Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi potensi banjir, genangan air, serta longsor susulan. Warga juga diminta membersihkan saluran air dari sampah guna mencegah penyumbatan yang dapat memperparah dampak hujan deras.
“Kurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak,” tambahnya.
| Gandeng Dinsos P3AKB, PA Bondowoso Inisiasi Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak Pasca Perceraian |
|
|---|
| 23 SPPG di Kabupaten Bondowoso Tidak Beroperasi, Penyebabnya Anggaran Belum Cair |
|
|---|
| Gerak Cepat BPBD Bondowoso Pasok 20 Item Logistik dan Perkim Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran |
|
|---|
| Pria di Bondowoso Gendong Ibu dan Istri Sakit saat Rumahnya dan Kakaknya Ludes Terbakar |
|
|---|
| 2000 Meter Persegi Ilalang di Bondowoso Terbakar, Damkar, TNI dan Polri Lakukan Pemadaman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/LONGSOR-Personel-TRC-dan-Pusdalops-BPBD-Bondowoso.jpg)