Setelah Harga Plastik, Pengusaha Tempe Kini Dihantam Melonjaknya Kedelai
Setelah harga plastik kini kedelai juga naik, pengusaha tempe di Bondowoso kurangi produksi demi bertahan.
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Harga kedelai naik dari Rp 8.000 menjadi hingga Rp 11.000 per kilogram sejak Ramadan
- Harga plastik melonjak dari Rp 17.000 menjadi Rp 27.000 per rol
- Pengusaha tempe memilih tidak menaikkan harga jual demi menjaga pelanggan
- Produksi menurun dari 100 kg menjadi 75 kg per hari
- Opsi beralih ke kemasan daun mulai dipertimbangkan sebagai solusi alternatif
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Pengusaha tempe kini menghadapi tekanan berlapis akibat kenaikan harga bahan baku. Setelah sebelumnya terdampak lonjakan harga plastik, kini mereka juga harus menghadapi kenaikan harga kedelai yang terus merangkak naik sejak Ramadan.
Salah satu pelaku usaha yang terdampak adalah Mohammad Fauzi, pemilik usaha tempe Fatimah di Desa Jambesari, Kecamatan Jambesari Darussalam, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Menurutnya harga kedelai mengalami kenaikan bertahap dalam beberapa bulan terakhir.
“Sebelum Ramadan itu Rp8.000, sekarang menjadi Rp10.650 ada yang Rp11.000 per kilogram,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2026).
Baca juga: Bondowoso Alokasikan Rp 500 Juta dari BTT, Penanganan Darurat Bencana di 7 Titik
Meski harga kedelai naik, Fauzi tetap memilih menggunakan kedelai impor. Menurutnya, kualitas kedelai impor lebih bersih dengan selisih harga yang tidak terlalu jauh dibanding kedelai lokal.
“Kenaikan katanya imbas dari perang,” ungkapnya.
Selain kedelai, biaya produksi juga meningkat akibat lonjakan harga plastik. Dalam beberapa pekan terakhir, harga plastik naik signifikan dari Rp17.000 menjadi Rp27.000 per rol. Padahal, seluruh produk tempenya selama ini menggunakan kemasan plastik.
“Naiknya jauh, sebenarnya ini mengubah struktur harga,” jelas Fauzi, yang telah merintis usahanya sejak 2015.
Baca juga: Perbaikan Pascabanjir Wonoboyo Dikebut, Bupati Bondowoso Tinjau Langsung
Kondisi ini membuat Fauzi mulai mempertimbangkan alternatif kemasan daun. Namun, ia masih menghitung ketersediaan bahan baku, tambahan biaya produksi, serta kebutuhan tenaga kerja baru untuk pengemasan.
“Mau tidak mau, mungkin nanti beralih menggunakan daun,” katanya.
Di tengah tekanan biaya, Fauzi memilih tetap mempertahankan lima pekerjanya. Ia juga tidak menaikkan harga jual demi menjaga daya beli pelanggan, terutama karena sebagian besar pembelinya adalah pedagang kembali.
Sebagai strategi bertahan, ia mengurangi volume kedelai dalam setiap kemasan.
Baca juga: Tumpahan Solar di Jalan Binakal Bondowoso Sebabkan Banyak Pengendara Motor Terjatuh
“Produksi kami menurun, yang tadinya 1 kuintal sekarang menjadi 75 kilogram per hari. Harga jual tetap, tapi bahan baku dikurangi. Otomatis omzet berkurang,” jelasnya.
Saat ini, harga tempe produksinya dijual mulai dari Rp2.000 hingga Rp15.000. Selain melayani pasar umum, ia juga memasok kebutuhan dapur SPPG di wilayah Jambesari.
Fauzi berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk membantu pelaku usaha kecil agar tekanan biaya produksi tidak terus berlanjut.
Pantauan di Pasar Induk Bondowoso menunjukkan harga tempe di tingkat pedagang masih relatif stabil. Mayoritas produk masih menggunakan kemasan plastik, sementara penggunaan daun pisang sebagai pembungkus masih sangat terbatas.
harga kedelai naik
harga tempe Bondowoso
pengusaha tempe
Harga Plastik Naik
Bondowoso
produksi tempe menurun
| Bondowoso Alokasikan Rp 500 Juta dari BTT, Penanganan Darurat Bencana di 7 Titik |
|
|---|
| Perbaikan Pascabanjir Wonoboyo Dikebut, Bupati Bondowoso Tinjau Langsung |
|
|---|
| Tumpahan Solar di Jalan Binakal Bondowoso Sebabkan Banyak Pengendara Motor Terjatuh |
|
|---|
| Ritual 500 Tahun Tradisi Ngideri Cermee Bondowoso, 11 Lelaki Keliling Desa Tanpa Alas Kaki |
|
|---|
| Perbaikan Jembatan Sentong Bondowoso Segera Dimulai, Alat Berat Sudah Didatangkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/NAIK-Mohammad-Fauzi-pengusaha-tempe-di-Desa-Jambesari.jpg)