Berita Jember
Serapan Gabah Bulog Jember 2025 Capai 118 Ribu Ton, Lampaui Target 110 Persen
Bulog Jember mencatat serapan gabah petani 118 ribu ton sepanjang 2025 atau 110 persen dari target, melonjak tajam dari tahun sebelumnya.
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Serapan gabah Bulog Jember 2025 mencapai 118 ribu ton
- Setara sekitar 84 ribu ton beras atau 110 persen dari target
- Lonjakan serapan naik 200–300 persen dibanding 2024
- Target nasional 2026 sebesar 4 juta ton gabah
- Bulog Jember perkuat kerja sama dengan penggilingan swasta
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Perum Bulog Cabang Jember, Jawa Timur, mencatat realisasi penyerapan gabah petani mencapai 118 ribu ton, setara dengan sekitar 84 ribu ton beras sepanjang 2025.
Capaian ini membuat serapan gabah Bulog Jember mencapai 110 persen dari target tahunan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Kepala Bulog Cabang Jember, Muhammad Ade Saputra, mengatakan capaian tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, serapan gabah petani di wilayah kerja Bulog Jember masih berada di kisaran 20 ribu ton.
“Lonjakan serapan tahun ini berada di angka 200 hingga 300 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Ade, Selasa (6/1/2026).
Pada awal 2025, Bulog Jember ditargetkan menyerap gabah setara 59 ribu ton beras. Namun dalam perjalanannya, realisasi penyerapan terus meningkat hingga mencapai 88 ribu ton setara beras di akhir tahun.
Baca juga: ASN dan DPRD Jember Belum Gajian hingga 6 Januari, Ini Penjelasan Pemkab
Ade menjelaskan, peningkatan tersebut ditopang oleh strategi pengadaan gabah dan beras yang lebih agresif langsung di tingkat petani, serta optimalisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Peningkatan ini juga didukung oleh distribusi bantuan pangan dan penjualan beras komersial yang membuat perputaran stok berjalan lancar,” katanya.
Menurut Ade, kelancaran distribusi tersebut berdampak langsung pada optimalnya penyerapan gabah petani di wilayah Jember dan sekitarnya.
Target Nasional
Memasuki tahun 2026, pemerintah pusat menargetkan penyerapan gabah petani secara nasional mencapai 4 juta ton di seluruh wilayah kerja Bulog. Target tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi Bulog Jember.
Ade mengungkapkan, keterbatasan infrastruktur pascapanen, khususnya fasilitas pengering gabah, masih menjadi kendala utama di wilayah Bumi Pandalungan.
“Kondisi ini berpotensi menghambat penanganan gabah saat panen raya,” jelasnya.
Baca juga: Bupati Fawait Optimistis PAD Jember Tembus Rp 1,3 Triliun Tanpa Naikkan Pajak
Sebagai langkah antisipasi, Bulog Jember memperkuat dan memperluas kerja sama dengan penggilingan padi swasta dan mitra lokal untuk menjaga kelancaran penyerapan gabah sekaligus mempertahankan kualitas komoditas.
“Evaluasi capaian tahun sebelumnya terus kami lakukan, sekaligus memperkuat jaringan kemitraan agar target penyerapan gabah dan beras pada 2026 dapat tercapai,” kata Ade.
(TribunJatimTimur.com)
| Demi Beli Ponsel dan Jajan, Dua Bocah di Jember Curi Brankas Tante, Belasan Juta Raib |
|
|---|
| Imbas Dana Bantuan Pemerintah Belum Cair, Sejumlah SPPG di Jember Berhenti Operasi Sementara |
|
|---|
| Bareskrim Polri Kabarnya Tangani Kasus Dugaan Penimbunan BBM Ilegal di Jember, Polda Jatim Menjawab |
|
|---|
| Fakta Baru Kakak Adik Terseret Ombak di Jember, Baru Pertama Kali Main Pantai Payangan |
|
|---|
| Hari Kedua Pencarian, Kakak Adik Terseret Ombak Pantai Seruni Payangan Jember Belum Ketemu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Satgas-Pangan-Sidak-di-Gudang-Beras-Bulog-Jember.jpg)