Berita Jember

Cabai Rawit Konsisten Sumbang Inflasi di Jember Selama Lima Tahun Terakhir

BPS menilai, cabai rawit tercatat sangat konsisten menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Jember setiap akhir tahun.

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Rendy Nicko Ramandha
TribunJatimTimur.com/Imam Nawawi
SUMBANG INFLASI - Aktifitas pedagang cabai di Pasar Tanjung Jember, Jawa Timur, Minggu (11/1/2026). Cabai rawit menjadi komoditas utama penyumbang inflasi akhir tahun di Kabupaten Jember. 
Ringkasan Berita:- BPS merilis harga konsumen terhadap beberapa komoditas di Kabupaten Jember hingga Desember 2025.
- BPS menilai, cabai rawit tercatat sangat konsisten menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Jember setiap akhir tahun.

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, JEMBER – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis perkembangan harga konsumen terhadap beberapa komoditas di Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Desember 2025.

BPS menilai, cabai rawit tercatat sangat konsisten menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Jember setiap akhir tahun.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Jember, Muhamad Suharsa, mengungkapkan, pola itu terjadi selama lima tahun terhitung selama periode Desember 2021 hingga 2025. Kata dia, cabai rawit masuk lima besar penyumbang inflasi.

"Pertama cabai rawit cukup siginifikan kenaikan harganya, kemudian disusul harga daging ayam ras, bawang merah dan telur ayam ras," ujarnya, Minggu (11/1/2026).

Baca juga: Jembatan Sentong Bondowoso Kembali Retak, Pengendara Diminta Waspada

Menurutnya, hal tersebut karena terjadi penurunan produksi lokal setiap akhir tahun, sehingga mengakibatkan harga ditingkat konsumen melonjak.

"Penurunan produksi lokal karena dipengaruhi tingginya curah hujan. Suplai yang turun berdampak pada peningkatan harga," kata Suharsa.

Begitu juga dengan telur dan daging ayam ras tentu juga menjadi penyumbang inflasi setiap akhir tahun. Kata Suharsa, karena permintaanya meningkat di pasaran jelang Natal dan tahun baru.

"Sehingga disini perlu diperlukan pengendalian inflasi. Cabai rawit andilnya inflasi pada Desember 2025 sebesar 124,5 persen," imbuhnya.

Oleh karena itu, Suharsa menilai tingginya sumbangan inflasi dari cabai rawit setiap Desember perlu diantisipasi lebih dini oleh pemerintah. Sebab peningkatan permintaan dan gangguan pasokan kerap terjadi menjelang akhir tahun.

"Seharusnya ini bisa dikelola agar tidak terus berulang pada tahun-tahun berikutnya," imbuhnya.

BPS mencatat indeks harga konsumen di Kabupaten Jember, selama 2025 mengalami inflasi sebesar 0,86 persen. Sementara inflasi tahunan sebesar 2,77 persen.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

(Imam Nawawi/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved