Selasa, 28 April 2026

Berita Jember

Luapan Kali Clutak Rendam 76 Rumah di Wuluhan Jember, BPBD Siaga

Banjir akibat luapan Kali Clutak merendam 76 rumah di Desa Ampel, Wuluhan Jember. BPBD masih bersiaga dan menyalurkan bantuan.

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
ist/BPBD Jember
EVAKUASI: Personel BPBD Jember tinjau lokasi banjir di Desa Ampel Kecamatan Wuluhan Jember, Jawa Timur, Rabu (14/1/2026) Sebanyak 76 rumah warga Desa Ampel Kecamatan Wuluhan Jember tergenang banjir. 
Ringkasan Berita:
  • Luapan Sungai Kali Clutak merendam 76 rumah warga di Dusun Kepel
  • Ketinggian air mencapai 40 hingga 90 sentimeter
  • BPBD dan relawan masih melakukan penanganan di lokasi
  • Hujan lebat dan tanggul jebol diduga menjadi penyebab banjir

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Banjir melanda Dusun Kepel, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Rabu (14/1/2026). Banjir terjadi akibat luapan Sungai Kali Clutak yang menggenangi permukiman warga sejak dini hari.

Sebanyak 76 rumah milik kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang mulai terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Ketinggian genangan air dilaporkan bervariasi, mulai dari 40 hingga 90 sentimeter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember masih bersiaga di lokasi. Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan banjir tersebut telah dilaporkan sejak Selasa malam.

"Insiden ini dilaporkan sejak Selasa (13/1/2026) pukul 23.30 WIB. Hingga kini banjir masih menggenangi permukiman warga, namun rumah warga aman dan terkendali karena pondasi bangunan mereka relatif tinggi," ujarnya.

Baca juga: Ratusan Petani Keranjingan Jember Terancam Tak Dapat Pupuk Subsidi akibat Masalah e-RDKK

Meski kondisi rumah warga dinilai masih aman, BPBD bersama relawan tetap melakukan pengamanan serta penanganan di lokasi banjir.

"Personel BPBD dan relawan masih melakukan penanganan serta pengamanan warga terdampak, sekaligus mendistribusikan bantuan logistik kepada dua pemilik rumah yang terdampak cukup parah karena pondasi rumahnya rendah," kata Edy.

Edy mengatakan banjir dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam.

"Hujan lebat terjadi sejak Selasa pukul 16.00 WIB hingga 19.00 WIB, sehingga debit air Sungai Kali Clutak meningkat. Sekitar pukul 19.00 WIB, banjir mulai menggenangi permukiman dengan ketinggian air antara 40 sentimeter hingga 1 meter, termasuk akses jalan dan halaman rumah warga," ungkapnya.

Baca juga: Belum Diserahterimakan, Proyek Bendungan Sungai di Jember Senilai Rp15 Miliar Ambrol

Sungai Kali Clutak di kawasan Jember Selatan tidak mampu menampung debit air akibat hujan deras yang berlangsung sekitar empat jam. Selain faktor curah hujan, kondisi infrastruktur juga turut memengaruhi terjadinya banjir.

"Selain itu, banjir juga disebabkan jebolnya tanggul di kawasan sabuk gunung, yang merupakan dampak banjir Januari 2025 lalu," paparnya.

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved