Jumat, 12 Juni 2026

Pertamina Tambah 400 Ribu Liter BBM di Jember, Bupati Minta Warga Tak Panic Buying

Pertamina tambah 400 ribu liter BBM di Jember untuk mengurai antrean SPBU. Bupati minta warga tidak panic buying.

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Imam Nawawi
ANTRE: Susana pembelian BBM di SPBU Jalan Ahmad Yani Kecamatan Kaliwates, Jember Jawa Timur, Jumat (6/3/2026) Warga antre membeli BBM di SPBU ini. 

Ringkasan Berita:
  • Pertamina menambah pasokan BBM di Jember sebanyak 400 ribu liter.
  • Penambahan dilakukan untuk mengurai antrean panjang di SPBU sejak 5 Maret 2026.
  • Bupati Jember memastikan stok BBM cukup hingga Idul Fitri.
  • Pemerintah mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying atau penimbunan.
  • Pemkab menyiapkan opsi WFH dan sekolah daring jika kondisi belum normal.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Pertamina menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 400 ribu liter untuk wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Penambahan distribusi ini dilakukan untuk mengurai lonjakan pembelian BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang memicu antrean panjang sejak 5 Maret 2026.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan tambahan pasokan tersebut dikirim secara bertahap dalam dua hari terakhir.

“Pada Jumat kemarin Kabupaten Jember mendapatkan tambahan sekitar 100 ribu liter BBM. Sementara hari ini ada penambahan sekitar 300 ribu liter lagi,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).

Menurut Fawait, pasokan BBM di Jember dipastikan akan terus ditambah oleh Pertamina sehingga ketersediaannya diproyeksikan cukup hingga Hari Raya Idul Fitri.

Baca juga: Panic Buying BBM di Jember, Pertalite Eceran Tembus Rp 16.000 hingga 25.000 per Liter

“Insyaallah akan cukup hingga hari raya bahkan lebih. Jadi saya berharap masyarakat tetap tenang,” kata pria yang akrab disapa Gus Fawait tersebut.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena stok yang tersedia dipastikan mencukupi kebutuhan.

“Bagi yang mau menimbun, saya minta untuk segera dibatalkan. Karena harga BBM tidak akan mengalami kenaikan dan stoknya tetap aman,” tegasnya.

Berdasarkan pemantauan di sejumlah SPBU, Fawait menilai antrean kendaraan mulai berkurang dibandingkan dua hari sebelumnya.

“Antrean saat ini lebih banyak di wilayah perkotaan. Sementara SPBU di daerah pinggiran relatif normal, kalaupun antre masih di area SPBU,” jelasnya.

Meski kondisi mulai membaik, Pemerintah Kabupaten Jember tetap memperketat pengawasan distribusi BBM. Satpol PP diterjunkan untuk berkoordinasi dengan kepolisian guna mengawasi pembelian BBM di SPBU.

Baca juga: Panic Buying, Antrean BBM Mengular di Beberapa SPBU Jember

Fawait menegaskan pihaknya akan memberikan peringatan bagi pihak yang terindikasi melakukan penimbunan BBM.

“Kalau tetap memaksa, nanti pihak kepolisian yang akan mengambil tindakan tegas,” ujarnya.

Ia optimistis kondisi antrean BBM di Jember tidak akan berlangsung lama karena tren pembelian mulai menurun.

“Menunjukkan tren menurun, masyarakat mulai yakin kalau stok BBM masih tersedia. Saya yakin besok atau lusa akan kembali normal,” katanya.

Pemkab Jember juga menyiapkan langkah antisipasi jika kondisi panic buying belum juga mereda dalam waktu dekat.

“Jika belum normal, ada kemungkinan pegawai Pemkab bekerja dari rumah (WFH) dan kegiatan belajar di sekolah dilakukan secara daring,” pungkasnya.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved