Idul Fitri 2026
Warga Suger Kidul Jember Salat Id dan Rayakan Idul Fitri Hari Ini
Warga Suger Kidul Jember gelar salat Id lebih awal berdasarkan hisab kitab salaf, berbeda dengan pemerintah.
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Warga Suger Kidul Jember rayakan Idulfitri lebih awal
- Penentuan berdasarkan hisab kitab salaf, bukan sidang isbat
- Salat Id digelar di masjid dan pesantren setempat
- Jemaah datang dari Jember hingga Bondowoso
- Perbedaan dianggap wajar dan tetap menjaga kerukunan
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Sebagian warga Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur, melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah lebih awal, Kamis (19/3/2026) pagi.
Pelaksanaan Lebaran ini berbeda dengan ketetapan pemerintah yang masih menunggu hasil sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah.
Baca juga: Sempat Terjadi Ledakan, Masjid Raya Pesona Jember Kembali Gelar Tarawih
Digelar di Masjid dan Pesantren
Salat Id dilaksanakan di sejumlah titik, di antaranya Masjid Salafiyah Syafi’iyah serta kompleks Pondok Pesantren Mahfilud Duror di wilayah setempat.
Warga yang mengikuti salat Id tidak hanya berasal dari Jember, tetapi juga dari daerah lain seperti Kabupaten Bondowoso. Sebagian besar merupakan alumni santri pesantren tersebut yang masih mengikuti ajaran gurunya.
Baca juga: Granat dan Peluru Aktif Ditemukan di Rumah Warga Jember
Kitab Salaf
Penentuan Idulfitri dilakukan menggunakan metode hisab yang merujuk pada kitab salaf Nushatul Majaalis Wa Muntahabul Nafaais karya Syaikh Abdurrohman As-Sufuri As-Syafi’i.
Metode ini menghitung awal Ramadan dan Idulfitri berdasarkan perhitungan tertentu yang telah digunakan secara turun-temurun selama ratusan tahun.
“Sudah diterapkan sejak dulu oleh kiai sepuh memang seperti itu,” ujar Hafid Malik, imam salat Id di Masjid Salafiyah Syafi’iyah.
Ia mengakui metode tersebut berbeda dengan penentuan pemerintah maupun organisasi Islam lain. Namun, ia menekankan pentingnya saling menghormati perbedaan.
“Yang penting masing-masing tetap saling menghargai,” katanya.
Sejumlah jemaah bahkan datang dari luar Jember sejak dini hari. Salah satunya Muzaki, warga Kecamatan Tenggarang, Bondowoso.
“Saya berangkat jam 04.00 pagi, sampai di sini pukul 04.30,” ujarnya.
Ia menyebut informasi pelaksanaan Idulfitri sudah disampaikan sejak awal Ramadan melalui jaringan alumni pesantren.
Pengamanan dan Toleransi
Selama pelaksanaan salat Id, aparat TNI dan Polri melakukan pengamanan di lokasi. Kapolsek Jelbuk, Iptu Brisan Imanulla, mengatakan perbedaan waktu pelaksanaan Lebaran sudah menjadi hal yang biasa di wilayah tersebut.
“Perbedaan ini dianggap sebagai anugerah, bukan halangan untuk menjaga kerukunan,” ujarnya.
Warga Desa Suger Kidul juga memulai puasa Ramadan lebih awal, yakni pada 18 Februari 2026, sehingga telah genap menjalankan ibadah puasa selama 30 hari saat merayakan Idulfitri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Suger-Kidul-idul-Fitri.jpg)