Jumat, 29 Mei 2026

JLS Jember Bakal Dilanjutkan, Ditargetkan Selesai pada 2029

Bupati Jember memastikan proyek JLS dilanjutkan 2026. Pemkab optimalkan wisata dan ekonomi pesisir selatan.

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Haorrahman
ist/Diskom
JLS-Bupati Jember Muhammad Fawait saat memantau kawasan selatan Jember yang dilewati Jalur Lintas Selatan (JLS). 

Ringkasan Berita:
  • Proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) Jember dipastikan dilanjutkan mulai 2026.
  • Pemerintah pusat disebut telah berkomitmen mendukung proyek senilai Rp3 triliun hingga 2029.
  • Pemkab Jember akan mengembangkan sektor wisata dan ekonomi di pesisir selatan.
  • Sejumlah ruas JLS masih belum tersambung menuju Wuluhan, Ambulu, hingga Banyuwangi.
  • Kawasan pesisir selatan akan diintegrasikan dalam finalisasi RTRW Kabupaten Jember.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Pemerintah kabupaten Jember memastikan proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) di wilayah pesisir selatan akan kembali dilanjutkan mulai 2026. Kepastian itu disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait setelah adanya komitmen dari pemerintah pusat untuk meneruskan proyek strategis nasional tersebut.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait mengatakan, keberlanjutan proyek JLS menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah karena dinilai mampu membuka akses ekonomi dan pariwisata di kawasan selatan Jember.

Baca juga: Sebelum Idul Adha, Pemkab Jember Telah Lakukan Pemeriksaan Hewan Kurban di 31 Kecamatan

“Pemerintah pusat telah berhasil kami lobi dan Insya Allah pengerjaan JLS akan berlanjut di tahun 2026 ini,” ujar Fawait, Kamis (28/5/2026).

Proyek pembangunan jalan di kawasan pesisir selatan Jember itu diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp3 triliun dan ditargetkan berlangsung hingga 2029.

Dongkrak Ekonomi

Pemkab Jember menilai keberadaan JLS tidak hanya penting untuk konektivitas antarwilayah, tetapi juga menjadi peluang besar untuk mengembangkan potensi wisata dan ekonomi masyarakat pesisir.

Kabupaten Jember sendiri memiliki garis pantai sepanjang 106 kilometer, terbesar kedua di Jawa Timur setelah Banyuwangi. Wilayah pesisir tersebut membentang dari perbatasan Kabupaten Lumajang hingga Banyuwangi.

Baca juga: Wings Air Buka Rute Surabaya–Jember Mulai 1 Juni 2026, Ini Jadwalnya

Sejumlah kecamatan yang dilalui kawasan pantai meliputi Jombang, Kencong, Gumukmas, Puger, Wuluhan, Ambulu, hingga Tempurejo.

Saat ini, ruas JLS di sisi barat Jember telah tersambung dari Kecamatan Jombang menuju Kecamatan Yosowilangun di Kabupaten Lumajang melalui jalur Gumukmas dan Puger.

Namun, jalur dari Kecamatan Puger menuju Wuluhan, Ambulu, dan Tempurejo masih belum sepenuhnya terhubung. Beberapa ruas di kawasan Tempurejo juga telah dibangun, tetapi belum tersambung hingga wilayah Banyuwangi.

Potensi Wisata Pantai Jadi Fokus Pengembangan
Kawasan yang dilalui JLS dikenal memiliki sejumlah destinasi wisata pantai unggulan di Jember. Di antaranya Pantai Papuma, Pantai Watu Ulo, Pantai Pancer, Pantai Paseban, hingga Camplong Kobong.

Untuk memetakan potensi tersebut, Bupati Fawait bersama TNI AL melakukan pemantauan di sejumlah titik pesisir selatan pada awal pekan ini menjelang libur Idul Adha.

Menurut Fawait, pengembangan kawasan selatan menjadi penting karena beberapa wilayah pesisir masih tergolong kantong kemiskinan di Jember meski memiliki sumber daya wisata yang besar.

Pemkab Jember juga memastikan pengembangan kawasan pesisir selatan akan dimasukkan dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Jember yang kini memasuki tahap finalisasi di tingkat kementerian.

Fawait mengatajan, seluruh aktivitas ekonomi di kawasan pesisir nantinya harus memiliki legalitas yang jelas dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Seluruh aktivitas ekonomi di wilayah ini ke depan harus legal dan berorientasi pada pengentasan kemiskinan,” pungkasnya.

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved