Gunung Semeru Erupsi
Gunung Semeru Kembali Erupsi Awan Panas Guguran, Jarak Luncur Capai 5 Kilometer
Gunung Semeru kembali erupsi awan panas guguran. PPGA mencatat jarak luncur hingga 5 kilometer dan mengimbau warga waspada.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- Gunung Semeru kembali erupsi awan panas guguran
- Erupsi terjadi Jumat sore dengan jarak luncur awal 4 kilometer
- Kolom abu mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak
- Awan panas terlihat jelas dari wilayah Pronojiwo
- Hingga sore hari erupsi dinyatakan berhenti
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Gunung Semeru kembali erupsi berupa awan panas guguran, Jumat (9/1/2025). Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Semeru melaporkan, jarak luncur awan panas guguran tersebut awalnya mencapai sekitar 4.000 meter dari puncak.
Petugas lapangan Pos Pantau Gunungapi Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan erupsi terjadi sekitar pukul 15.13 WIB. Dalam peristiwa tersebut, kolom letusan teramati menjulang hingga kurang lebih 2.000 meter di atas puncak.
Kolom abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah utara dan timur laut. Aktivitas erupsi ini juga terekam pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum (Amax) mencapai 22 milimeter.
Baca juga: Korban Erupsi Semeru Kehilangan Pekerjaan, Pemkab Lumajang Siapkan Budidaya Cacing
“Terjadi awan panas guguran dengan Amax 22 milimeter dan jarak luncur 4.000 meter, saat ini masih berlangsung,” laporan resmi PPGA Semeru.
Selang beberapa waktu setelah laporan awal diterbitkan, aktivitas awan panas guguran masih terpantau berlangsung. Petugas pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang beraktivitas di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
“Harap waspada bagi masyarakat yang beraktivitas di aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama di sektor tenggara,” lanjut peringatan PPGA Semeru.
Baca juga: Tanggap Darurat Bencana Erupsi Semeru Berakhir, Bupati Lumajang Puji Peran Besar Relawan
Rosidi, relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, menyampaikan guguran awan panas terlihat jelas dari wilayah Pronojiwo.
“Masih terlihat berlangsung. Untuk warga yang berada di zona KRB 1 tetap waspada. Cuaca terpantau mendung pekat disertai gerimis,” ungkap Rosidi saat menyaksikan peristiwa tersebut.
Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi terkait dampak kerusakan maupun korban jiwa akibat erupsi awan panas guguran tersebut. Masyarakat di kawasan rawan bencana diminta terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru dan mengikuti arahan dari petugas berwenang.
Baca juga: Polres Lumajang Perketat Akses ke Lokasi Erupsi Semeru
Rohman, warga Desa Sumbermujur, Lumajang. Ia menyebut awan panas guguran tidak mencapai Jembatan Gladak Perak, yang berjarak belasan kilometer dari puncak Semeru.
“Di kawasan Jembatan Gladak Perak sudah mulai turun hujan dan kendaraan truk tambang pasir sudah meninggalkan aliran Sungai Besuk Kobokan,” jelasnya.
Di sisi lain, hingga pukul 16.01 WIB, Pos Pantau Gunungapi Semeru mengonfirmasi erupsi awan panas guguran telah berhenti. Jarak luncur maksimum tercatat mencapai sekitar 5.000 meter atau 5 kilometer dari puncak gunung.
(TribunJatimTimur.com)
| Akses Tertutup Material Vulkanik Semeru, Pemkab Lumajang Usulkan Jembatan Gantung 270 Meter |
|
|---|
| Terjadi Letusan Sekunder Gunung Semeru, Warga Lumajang Evakuasi Mandiri |
|
|---|
| Telkomsel Salurkan Bantuan CSR untuk Korban Bencana Erupsi Gunung Semeru di Lumajang |
|
|---|
| Status Gunung Semeru Turun, Normalisasi Aliran Lahar Dipercepat |
|
|---|
| Pemkab Lumajang Izinkan Tambang Pasir Semeru Beroperasi Lagi dengan Aturan Ketat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/ERUPSI-LAGI-Awan-panas-guguran-terjadi-dari-kawah-Gunung-Semeru-Jumat-912025.jpg)