Rabu, 17 Juni 2026

Gunung Semeru Erupsi 6 Kali dalam 6 Jam, Status Siaga dan Warga Diminta Waspada

Gunung Semeru telah erupsi 6 kali dalam 6 jam hari ini. Status masih Siaga, namun warga diminta menjauhi zona bahaya.

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Haorrahman
ist/Pos Pantau Gunung Semeru
TERTUTUP AWAN: Kondisi gunung Semeru Lumajang, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026). Gunung berapi ini 6 Kali keluarkan letusan awan putih. 
Ringkasan Berita:
  • Gunung Semeru di Lumajang mengalami enam kali letusan pada Selasa (16/6/2026) pagi hingga siang.
  • Tinggi kolom abu terpantau mencapai 400 meter hingga 1 kilometer di atas puncak.
  • Asap letusan berwarna putih hingga kelabu tebal mengarah ke barat daya.
  • Status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.
  • Warga diminta tidak beraktivitas di sejumlah zona rawan awan panas, lava, dan lahar.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tercatat mengalami enam kali erupsi, Selasa (16/6/2026) sejak pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Berdasarkan hasil pengamatan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, kolom letusan terpantau memiliki ketinggian antara 400 meter hingga 1 kilometer di atas puncak. Abu vulkanik yang keluar berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat daya.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, mengatakan kondisi cuaca di sekitar gunung saat pengamatan berlangsung terpantau cerah hingga berawan. Sementara itu, angin bertiup lemah ke arah barat daya.

"Gunung jelas hingga kabut 0-II, asap kawah tidak teramati. Letusan teramati 6 kali," ujar Mukdas dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Bulan Bung Karno, PDIP Jatim Tanam 1.000 Pohon di Lereng Gunung Semeru

Meski aktivitas erupsi masih terjadi, hingga saat ini belum dilaporkan adanya dampak yang ditimbulkan kepada masyarakat. Namun demikian, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.

Mukdas menjelaskan, warga dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak," katanya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Kawasan tersebut dinilai rawan terhadap potensi lontaran material pijar saat terjadi erupsi.

Baca juga: Perkuat Mitigasi Erupsi Semeru, Pemkab Lumajang Pasang 12 CCTV dan 4 EWS di Aliran Lahar

Mukdas juga mengingatkan warga untuk mewaspadai ancaman awan panas guguran, aliran lava, serta lahar yang berpotensi terjadi di sejumlah aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.

"Waspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ucap Mukdas.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi terkait aktivitas Gunung Semeru dan mematuhi rekomendasi kebencanaan yang telah ditetapkan guna menghindari risiko saat terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
Live
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved