Ada 10 Titik Rawan Kekeringan Situbondo, BPBD Siapkan Mitigasi
BPBD Situbondo petakan 10 titik rawan kekeringan 2026 dan cek kesiapan distribusi air bersih.
Penulis: Izi Hartono | Editor: Haorrahman
Ringkasan Berita:
- BPBD Situbondo memetakan 10 titik rawan kekeringan untuk musim kemarau 2026
- Lokasi tersebar di lima kecamatan dengan acuan data tahun 2025
- Kesiapan distribusi air difokuskan pada armada truk tangki dan SDM
- Saat ini hanya satu truk tangki yang beroperasi optimal
- BPBD juga mewaspadai potensi kebakaran hutan, lahan, dan permukiman
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Situbondo - Memasuki musim kemarau, terdapat 10 titik rawan kekeringan yang tersebar di lima kecamatan di Situbondo.
“Titik ada 10 yang tersebar di enam desa di lima kecamatan, itu yang menjadi titik fokus kita,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, Senin (13/04/2026).
Sebaran wilayah rawan kekeringan tersebut meliputi tiga titik di Kecamatan Suboh, dua titik di Kecamatan Banyuputih, satu titik di Kecamatan Jatibanteng, dua titik di Kecamatan Arjasa, dan dua titik di Kecamatan Sumbermalang.
Selain pemetaan wilayah, BPBD juga mulai mengevaluasi kesiapan sarana dan sumber daya untuk menghadapi musim kemarau. Salah satu fokusnya adalah memastikan ketersediaan armada truk tangki air untuk distribusi bantuan.
Baca juga: Pengendara Motor Alami Kecelakaan di Jalan Situbondo-Banyuwangi, Tewas Usai Tabrak Truk
“Misalnya kesiapan truk tangki itu kekuatan ada berapa, instansi terkait dan potensi SDM-nya,” kata Timbul.
Saat ini, BPBD mencatat hanya satu unit truk tangki yang siap beroperasi secara optimal. Sementara satu unit lainnya masih dalam kondisi kurang layak dan akan segera dilakukan pengecekan.
“Yang jelas truk yang siap itu satu kendaraan, dan satu kendaraan truk kurang optimal,” ujarnya.
Timbul berharap ada dukungan tambahan anggaran dari pemerintah untuk memperbaiki kendaraan yang belum optimal. Menurutnya, kondisi geografis Situbondo yang didominasi wilayah pegunungan dan hutan menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi air bersih.
Baca juga: Baru Tiga Bulan, Terjadi 30 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Situbondo
“Jika dipaksakan, kendaraan itu tidak mampu, sehingga tidak optimal karena medan atau rutenya pegunungan dan hutan,” jelasnya.
Selain ancaman kekeringan, BPBD juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau, terutama di kawasan hutan dan lahan pertanian.
Tak hanya itu, masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap risiko kebakaran rumah akibat korsleting listrik maupun kebocoran gas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan segera melapor jika terjadi kebakaran ke Damkar agar bisa ditangani dengan cepat,” tambah Timbul.
kekeringan Situbondo
Penanggulangan Kekeringan
Desa Kekeringan
Bencana Kekeringan
Musim Kemarau
Krisis Air Bersih
| Waspada Kekeringan, Lima Kecamatan di Jember Masuk Zona Rawan Tinggi |
|
|---|
| Kekeringan di Bondowoso, Warga Dusun Geddingan Tempuh 2 Km Demi Air Bersih |
|
|---|
| BPBD Bondowoso Salurkan Air Bersih ke 13 Desa Terdampak Kekeringan |
|
|---|
| Ancaman El Nino 2026, 7 Kecamatan di Lumajang Dipetakan Rawan Kekeringan |
|
|---|
| Hujan Deras Picu Longsor di Tiga Desa Bondowoso, Jalan Rusak dan Warga Alami Krisis Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Timbul-Suryanto-Kepala-Dinas-Sosial.jpg)