Rabu, 3 Juni 2026

877 Jemaah Reguler dan 134 Jemaah Cadangan Haji Situbondo Berangkat Tahun Ini

Sebanyak 990 jemaah haji yang terdiri dari 877 jemaah Reguler dan 134 jemaah cadangan Situbondo dipastikan berangkat 2026.

Tayang:
Penulis: Izi Hartono | Editor: Haorrahman
dokumen PPIH Debarkasi Surabaya
HAJI: Jemaah haji Debarkasi Surabaya saat tiba di Bandara Juanda Surabaya. Hingga masa pemulangan hari keempat saat ini ada 55 jemaah haji Debarkasi Surabaya meninggal dunia di Tanah Suci. 

Ringkasan Berita:
  • 990 calon jamaah haji Situbondo dipastikan berangkat pada 2026
  • Total kuota 1.011 orang, sebagian ditunda karena alasan kesehatan
  • Jamaah dibagi dalam 4 kloter: 87, 88, 89, dan 90
  • Pemberangkatan dijadwalkan mulai 14 Mei 2026
  • Syarat kesehatan (istito’ah) menjadi faktor utama penentuan keberangkatan

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Situbondo - Sebanyak 990 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Situbondo dipastikan berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 2026. Dari total kuota sebanyak 1.011 jemaah, terdiri dari 877 jemaah reguler dan 134 jemaah cadangan. Kepastian ini disampaikan oleh Kantor Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Situbondo.

Kepala Kantor Haji dan Umrah Kemenag Situbondo, Rif’an Junaidi, menjelaskan jumlah jemaah yang berangkat tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ya untuk CJH Situbondo yang pasti berangkat seluruhnya sebanyak 990 orang. Dari total jamaah sebanyak 1011, tapi yang berangkat sebanyak 990 orang CJH, sedangkan tahun lalu ada sekitar 800 orang lebih," jelasnya, Senin (13/04/2026).

Baca juga: Berangkat Mei, Kuota Haji Bondowoso 2026 Bertambah Jadi 916 Jemaah dalam 3 Kloter

Para jemaah akan dibagi ke dalam empat kelompok terbang (kloter), yaitu kloter 87, 88, 89, dan 90.

Adapun jadwal pemberangkatan direncanakan mulai 14 Mei 2026.

"Untuk jadwal pemberangkatan CJH itu akan diberangkatkan pada tanggal 14 Mei 2026," ucap Rif’an.

Terkait isu konflik di Timur Tengah, Kemenag memastikan tidak ada dampak terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Baca juga: Buka Manasik Haji Terintegrasi, Gus Shobih Tekankan Kesiapan Fisik dan Mental Untuk 1.613 CJH.

Syarat Kesehatan

Rif’an menekankan aspek kesehatan menjadi syarat utama atau istito’ah bagi calon jamaah haji. Jamaah wajib menjalani pemeriksaan kesehatan di fasilitas layanan seperti puskesmas dan rumah sakit.

Jika tidak memenuhi syarat kesehatan, keberangkatan akan ditunda ke tahun berikutnya.

"Sekarang ini kesehatan menjadi syarat istito'ah jemaah haji," katanya.

Baca juga: Pelunasan Haji di Jember Tembus 3.055 Orang, Capai 107 Persen Kuota

"Kalau pemeriksaannya memenuhi syarat ya berangkat, tapi kalau tidak memenuhi syarat diberi waktu treatment. Jika tetap tidak memenuhi, ditunda tahun depan," pungkasnya.

Kemenag menyebut persiapan haji tahun ini dilakukan lebih awal. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan jamaah sekaligus mengantisipasi berbagai kendala yang sempat terjadi pada tahun sebelumnya, terutama terkait layanan di Arab Saudi.

"Insya Allah mudah-mudahan tidak ada problem lagi. Kalaupun ada, itu sudah diantisipasi," ujarnya.

Selain kesehatan, jamaah juga diimbau untuk mempersiapkan pengetahuan manasik haji serta bekal yang cukup sebelum keberangkatan.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved