Kamis, 11 Juni 2026

Berita Pasuruan

Konservasi Air 2025 di Pasuruan, Sinergi Multipihak Jaga Ketahanan Air Brantas

Program Konservasi Air 2025 di Pasuruan wujud sinergi pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk menjaga ketahanan air DAS Brantas.

Tayang:
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Haorrahman
TribunJatimTimur.com/Galih Lintartika
KONSERVASI: PT Tirta Investama, Plant Keboncandi bersama Yayasan Elang Katulistiwa Adipavitra (YEKA) resmi membuka Program Konservasi Air 2025 di Kecamatan Lumbang, Rabu (24/9/2025). 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Menjaga keberlanjutan sumber daya air di Kabupaten Pasuruan, PT Tirta Investama Plant Keboncandi bersama Yayasan Elang Katulistiwa Adipavitra (YEKA) meluncurkan Program Konservasi Air 2025 di Kecamatan Lumbang, Rabu (24/9/2025).

Program ini langkah awal konservasi terpadu di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Fokusnya tidak hanya pada ketahanan air, tetapi juga pada kelestarian ekosistem yang menjadi penopang kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Peluncuran program dihadiri sekitar 40 peserta, meliputi perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, CDK Lumajang, Muspika Kecamatan Lumbang, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga komunitas lokal.

Baca juga: Gempol FC Melenggang Mulus ke Semifinal Pasuruan Super League Bupati Cup 2025 

Kegiatan utama berupa forum diskusi multipihak (FGD), yang membahas penyamaan persepsi, komitmen bersama, serta rencana kerja konservasi berbasis partisipasi masyarakat.

“Program konservasi ini adalah bentuk komitmen perusahaan sejak 2019. Pendekatannya kami lakukan di hulu melalui penanaman vegetasi serta pembangunan rorak dan sumur resapan,” ujar Hari Wicaksono, SR-CSR Manager PT Tirta Investama Plant Keboncandi.

Program ini dirancang untuk memberi manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi melalui kegiatan berbasis ekosistem, antara lain:

Penanaman 2.000 pohon untuk memperkuat tutupan vegetasi, mencegah erosi, serta meningkatkan daya serap air.

Baca juga: Dari Tuntutan Rp 50 Juta, Kasus 1.830 Botol Miras di Pasuruan Hanya Didenda Rp 3 Juta

Pembangunan 500 rorak dan 5 sumur resapan sebagai solusi teknis menjaga ketersediaan air tanah.

Peningkatan kapasitas Kelompok Petani Hutan (KPH) melalui pelatihan dan pendampingan.

Pengembangan usaha berbasis kelompok, seperti pertanian ramah lingkungan dan pengolahan hasil hutan bukan kayu.

Pemeliharaan dan monitoring berkelanjutan, dengan pelibatan langsung masyarakat setempat.

Baca juga: Pemkab Pasuruan akan Gelar Job Fair, 1.000 Lowongan Kerja di 41 Perusahaan, Ada Kuota Disabilitas

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Pasuruan, Prela Antiqa Feminia, menilai program ini dapat menjadi bentuk nyata Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup (PJLH) dari perusahaan kepada masyarakat.

“Dengan pendekatan komprehensif dan berkelanjutan, konservasi ini memberi manfaat ekologis, ekonomi, sekaligus sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekosistem (KSDHE) Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Basunando, menegaskan bahwa keterlibatan multipihak sangat menentukan keberhasilan.

“Peran swasta dan masyarakat sangat signifikan untuk menurunkan indeks tutupan lahan kritis di Jawa Timur, khususnya di Pasuruan. Sinergi multipihak menjadi kunci keberhasilan program konservasi,” tegasnya.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

Ikuti saluran whatsapp, klik : Tribun Jatim Timur

(TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved