Berita Pasuruan
Dewan Prihatin Jalan Mulus Jadi Rusak Imbas Truk Tonase Besar, Dishub dan Polisi Diharap Bertindak
Dewan Prihatin Jalan Mulus Jadi Rusak Akibat Truk Bertonase Besar, Dishub dan Polisi Didorong Bertindak
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Rendy Nicko Ramandha
Ringkasan Berita:- Ruas jalan Rembang–Wonorejo saat ini mengalami kerusakan.- Bahkan, jalan tersebut baru selesai diaspal dan jadi mulus pada 2025.- Penyebab utama kerusakan jalan tersebut akibat maraknya truk bermuatan berlebih yang melintas.
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan Rudi Hartono menyampaikan keprihatinannya atas kerusakan ruas jalan Rembang–Wonorejo yang baru selesai diaspal dan jadi mulus pada 2025.
Ia menilai, anggaran besar yang dialokasikan untuk infrastruktur masyarakat menjadi tidak optimal akibat maraknya truk bermuatan berlebih yang melintas di jalur tersebut.
Rudi, sapaannya mengaku kasihan kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang telah berjuang maksimal membangun sarana dan prasarana demi kepentingan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan jalan itu merupakan niat baik pemerintah untuk memperlancar akses warga, menopang jalur perdagangan, serta menggerakkan roda perekonomian daerah.
Baca juga: Pansus Real Estate Prigen Terkejut, Lahan Pengganti Hutan di Malang Hanya Tanah Kosong
“Pemkab sudah bekerja keras membangun jalan agar aktivitas masyarakat lebih mudah. Tapi niat baik itu justru disalahartikan,” ujar Rudi, Kamis (5/2/2026).
Ia menduga, kerusakan jalan terjadi karena truk bertonase besar sengaja melintas melalui jalur tembusan atau jalan tikus.
Praktik itu dinilai sebagai upaya menghindari pengawasan petugas, baik karena muatan berlebih, uji KIR yang tidak berlaku, maupun kelengkapan dokumen kendaraan yang tidak sesuai aturan.
“Kalau kendaraan melintas sesuai kapasitas, tidak mungkin jalan yang baru dibangun rusak secepat ini,” tegas politisi PKB tersebut.
Karena itu, Rudi mendorong Dinas Perhubungan melalui unit Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) serta Satlantas Polres Pasuruan untuk bertindak tegas dan konsisten.
Ia menekankan, pengawasan tidak boleh bersifat sementara atau sekadar imbauan, melainkan harus dilakukan secara berkelanjutan dan terkoordinasi.
Tanpa ketegasan aparat, Rudi khawatir truk bermuatan berlebih akan terus merusak jalan yang sudah mulus dibangun pemerintah, sementara daerah kembali dibebani biaya perbaikan.
“Jangan sampai anggaran rakyat habis hanya untuk menambal kerusakan yang seharusnya bisa dicegah sejak awal,” terangnya.
Kerusakan ruas Rembang–Wonorejo sendiri telah dikeluhkan warga karena mengganggu mobilitas dan aktivitas ekonomi.
DPRD, kata Rudi, akan terus mendorong pengawasan agar pembangunan infrastruktur benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur
(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)
| Fraksi DPRD Kabupaten Pasuruan Kompak Batalkan Pengadaan Mobil Dinas untuk Pimpinan |
|
|---|
| Konsolidasi Berjalan Cepat, Golkar Kabupaten Pasuruan Siap Gaspol Kerja Nyata untuk Masyarakat |
|
|---|
| Pererat Silaturahmi, Adinda Denisa Senam “Fitri & Fit” Bersama Ratusan Warga |
|
|---|
| Halal Bihalal Bersama Muhammadiyah, Mas Rusdi Ajak Jaga Persatuan dan Perkuat Kemandirian Ekonomi |
|
|---|
| Gus Shobih Ingatkan Pengelolaan Armada Koperasi Merah Putih Harus Tepat Guna dan Profesional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Ketua-Komisi-I-DPRD-Kabupaten-Pasuruan-Rudi-Hartono-1.jpg)