Jumat, 24 April 2026

Ramadan 2026

Ramadan Kali Ini Ponpes Al Islah Bondowoso Bagikan 4,5 Ton Kurma pada Warga

Ponpes Al Islah Bondowoso memiliki tradisi bagikan ribuan ton kurma tiap Ramadan. Tahun ini  membagikan 4,5 ton kurma gratis.

Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Haorrahman
Tribun Jatim Timur/Sinca Ari Pangistu
KURMA - Pimpinan Ponpes Al Islah, KH Toha Yusuf Zakaria saat membagikan 4,5 ton kurma pada jamaah secara gratis di Masjid Kembar, Ponpes Al Islah, di Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan Bondowoso, Jatim pada Rabu (18/2/2026). Tradisi pembagian berton-ton kurma ini sudah berlangsung 5 tahun setiap awal ramadan. 
Ringkasan Berita:
  • Ponpes Al Islah Bondowoso mulai puasa Ramadan 1447 H lebih awal
  • Tradisi berbagi kurma gratis dilakukan di hari pertama Ramadan. Total 4,5 ton kurma dibagikan ke 273 lembaga dan masyarakat
  • Distribusi tahun ini menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir
  • Kurma berasal dari donasi komunitas Muslim Indonesia dan Singapura
  • Jika Anda ingin headline alternatif untuk Google Discover, versi lebih ringkas, atau penyesuaian gaya media tertentu, saya siap bantu.

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso – Pondok Pesantren Al Islah di Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, resmi memulai puasa Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (18/2/2026).
Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari pertama Ramadan di pesantren ini ditandai dengan tradisi berbagi kurma secara gratis kepada masyarakat. Tahun ini, jumlah kurma yang dibagikan mencapai sekitar 4,5 ton, menjadikannya pendistribusian terbesar dalam lima tahun terakhir.

Pimpinan Ponpes Al Islah, Thoha Yusuf Zakaria, menjelaskan bahwa kurma tersebut disalurkan ke 273 lembaga pendidikan Islam, mulai dari pondok pesantren, Raudatul Athfal (RA), hingga majelis taklim.

“Total yang kita bagikan sebanyak 448 kotak. Setiap kotak berisi 10 kilogram kurma. Jadi jumlah keseluruhan sekitar 4 ton 480 kilogram,” ujar Kyai Thoha.

Baca juga: Jelang Ramadan, Harga Daging Ayam di Jember Tembus Rp 42 Ribu Per Kilogram


Selain lembaga pendidikan, kurma juga dibagikan kepada santri, jamaah pengajian, masjid, mushalla, serta digunakan untuk kegiatan pesantren Ramadan yang diikuti sekitar lima sekolah.

Menurut Kyai Thoha, jumlah pendistribusian tahun ini menjadi yang terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun-tahun sebelumnya biasanya di atas tiga ton. Tahun lalu hampir 400 kotak atau sekitar empat ton. Namun tahun ini yang paling banyak, hampir empat setengah ton,” jelasnya.

Baca juga: Lapas Bondowoso Gelar Tradisi Megengan Sambut Ramadan 2026

Donasi Berbagai Komunitas


Kurma-kurma tersebut merupakan donasi dari berbagai komunitas Muslim di Indonesia serta dari Singapura. Ia menegaskan bahwa penyaluran dilakukan tanpa membedakan latar belakang organisasi keagamaan.

“Al Islah ini berdiri untuk semua golongan. NU, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Jamaah Tabligh, semuanya kita ayomi. Tidak boleh ada sekat-sekat,” ungkapnya.

Berbagi kurma ini bertujuan mempererat persaudaraan umat Islam sekaligus menebarkan kebaikan, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil yang jarang menikmati kurma.

“Ada saudara-saudara kita dari daerah pegunungan yang bahkan belum pernah makan kurma. Ketika kita beri, mereka sangat senang. Alhamdulillah, itu kebahagiaan yang ingin kita bagikan,” tutup Kyai Thoha

Baca juga: Jelang Ramadan, Warga Karanganyar Bondowoso Gelar Nyekar Agung


Salah satu penerima manfaat, Zaidatul Monawaroh, anggota majelis taklim dari Desa Tanahwulan, Kecamatan Maesan, mengaku akan membagikan kembali kurma tersebut kepada jamaah di desanya.

“Saya bagikan pada jamaah juga,” katanya.
 


Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved