Sabtu, 11 April 2026

Berita Banyuwangi

Diduga Depresi, Pemuda Coba Bunuh Diri dengan Lompat dari Kapal

Upaya percobaan bunuh diri coba dilakukan oleh Imam Ibrohim Jonatan (25), warga Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes

Editor: Haorrahman
TribunJatim-Timur.com/Aflahul Abidin
Upaya percobaan bunuh diri coba dilakukan oleh Imam Ibrohim Jonatan (25). 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Upaya percobaan bunuh diri coba dilakukan oleh Imam Ibrohim Jonatan (25).

Warga Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes itu melompat dari Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Munic V dalam perjalanan antara Gilimanuk-Ketapang, Minggu (4/12/2022) petang.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi AKP Ali Masduki mengatakan, korban melompat dari KMP saat kapal hendak bersandar di Dermaga MB 2 Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi.

"Lokasi kejadian hanya beberapa puluh meter dari pelabuhan," kata Ali.

Sebelum melompat, korban sempat berdiri beberapa waktu di railing kapal. Ketika itu kru kapal telah curiga bahwa Imam hendak melompat dari kapal.

Mereka mencoba mencegah korban agar tak melompat. Tapi permintaan kru kapal itu diacuhkan olehnya. Korban tetap melompat hingga tercebur ke laut.

Sontak, para kru kapal mencoba menolong dengan ikut melompat ke laut. Mereka membawa peralatan penyelamat.

"Tapi korban menolak untuk ditolong dan memilih tetap di luat," sambung Ali.

Korban, lanjut dia, juga sempat menyerang para kru kapal yang berusaha menolong. Ia melempari para kru penyelamat dengan pakaian yang ia kenakan.

Selama di laut, korban terseret arus hingga terbawa ke Dermaga MB 1. Di sana, kru KMP Jalur Nusa juga mencoba menolongnya dengan melempar pelampung.

Upaya penyelamatan itu juga tetap ditolak.

"Akhirnya korban ini berhasil diselamatkan oleh anak-anak yang sedang mencari koin logam di sana," sambung dia.

Ali menjelaskan, korban masih dalam kondisi hidup ketika ditolong. Ia pun dibawa ke Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk mendapat perawatan dari tim medis.

Menurut Ali, korban diduga mengalami depresi. Soalnya sebelum melompat, ia sempat menerima telepon dari seseorang. Usai bertelepon itu, ia kemudian naik ke railing.

"Dugaannya demikian, karena depresi," ucap dia.

(Aflahul Abidin/TribunJatimTimur.Com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved