Kamis, 16 April 2026

Berita Jember

Resign Dari Pekerjaan Saat Pandemi, Pria di Jember Sukses Jadi Youtuber

Pilihan Dodi Sefriadi resign dari perusahaan dan klinik kecantikan rupanya tepat. Pria asal Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jemberdi Jember

Editor: Haorrahman
TribunJatim-Timur.com/Imam Nawawi
Dodi, mengedit video di studio rekaman nya yang berada di Perumahan Rengganis Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari Jember untuk diupload di Chanel Youtube, Minggu (18/12/2022) 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember -Pilihan Dodi Sefriadi resign dari perusahaan dan klinik kecantikan rupanya tepat. Pria asal Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jemberdi Jember itu kini sukses jadi youtuber.

Setiap hari pria berusia 28 tahun tersebut memproduksi video dengan konten mengutak-atik laptop dan kamera di rumahnya.

Alumni Fakultas Pertanian Universitas Islam Jember (UIJ) itu mengaku mulai merintis chanel Youtube sejak 2019. Saat ini channel Youtube-nya sudah memiliki jumlah 500 ribu dengan nama chanel, Dodi Sefriadi.

"Di tahun 20222 ini pendapatan dari Youtube sekitar Rp 10 hingga Rp 15 juta perbulan," ucap pria yang akrab disapa Dodi ini, Minggu (18/12/2022)

Laki-laki kelahiran Jakarta ini mengaku tidak menyangka bisa memperoleh pendapatan sebesar dari iklan media sosial tersebut. Sebab dia beranggapan membuat chanel Youtube, hanya sebatas menyalurkan hobi.

"Saya memang hobi di bidang digital seperti fotografi, editing foto dan desain grafis. Saya berfikir youtube menjadi wadah yang tepat menyalurkan hobi, awalnya seperti itu saja," kata Dodi.

Dodi mengaku membuat konten di Youtube pada awal tahun 2019, hanya untuk mengisi waktu luang di luar jam kerja. Namun karena channelnya mulai banyak penggemarnya, Dodi memilih untuk resign bekerja dari klinik kecantikan. .

"Ditambah lagi saat itu kondisi pandemi Covid-19 dan pendapatan perusahaan menurun, akhirnya saya memutuskan keluar dan memilih fokus di Yautube hingga saat ini," kata Dodi.

Menurut dia butuh waktu tujuh bulan untuk bisa memperoleh monetisasi oleh Yautube, sejak awal pembuatan chanel. Dari situlah akhirnya bisa memperoleh pendapatan dari media sosial tersebut.

Setelah fokus pada mengelola chanel youtube, Dodi merasa, pendapatanya justru jauh lebih besar dari perusahaannya tepat sebelumnya, dia bekerja.

"Bisa tiga hingga empat kali lipat lebih banyak dari Youtube. Hanya saja kalau di youtube tidak terprediksi pendapatannya berapa, sama kayak orang jualan. Tetapi kalau di perusahaan sudah pasti pendapatannya berapa," imbuhnya.

"Sekarang alhamdulillah setelah fokus mengelolal Youtube pendapatan makin besar. Saya bisa beli rumah dan dua sepeda motor," urainya.

Kunci keberhasilan mengelola konten kreator, menurut Dodi adalah membuat karya yang menarik serta konsisten dalam memproduksi.

"Buat konten yang menarik dan berbeda dari lainnya itu pasti akan viral,. Soalnya banyak konden media sosial, tapi tidak menarik untuk ditonton,"tutur pria yang pernah jadi anggota Lembaga Pers Mahasiswa di UIJ ini.


(Imam Nawawi/TribunJatimTimur.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved