Berita Lumajang
Anak Muda di Lumajang Sukses Menanam Selada Hidroponik
Ahmad Rofi'i, anak muda di Lumajang sukses meraup Rupiah dari usaha pertanian hidroponik di lahan kering.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Haorrahman
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Ahmad Rofi'i, anak muda di Lumajang sukses meraup rupiah dari usaha pertanian hidroponik di lahan kering. Sebulan, pemuda berusia 26 tahun ini dapat meraup pendapatan hingga Rp 5 juta.
"Penjualannya sementara ini masih dalam kota, dan kebanyakan ke restoran-restoran dan usaha katering saja. Saya menanam selada air hidroponik lantaran harganya yang cukup stabil dibanding sayuran lain yang bisa cepat naik turun harganya," beber Rofi'i ketika dikonfirmasi.
Rofi'i sedari kecil tinggal di wilayah susah air terutama sepanjang musim kemarau. Pria ramah ini akhirnya memutar otak agar dapat berpenghasilan secara mandiri di rumahnya. Ia kemudian memanfaatkan lahan kosong seluas 18x3 meter yang kini ia jadikan sebagai tempat menanam selada secara hidroponik.
Baca juga: Target Hatrick Menang, PDI Perjuangan Pasuruan Gelar Pelatihan Pelatih Saksi Jelang Pemilu 2024
“Memang di tempat tinggal saya ini lahannya kering, dan susah dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Akhirnya saya mencoba metode hidroponik bisa menjadi salah satu alternatif pilihan bertanam dengan segala macam keterbatasan,” ungkap warga Desa Kedawung, Kecamatan Padang itu.
Guna mendapatkan pasokan air yang cukup, Rofi'i memanfaatkan air tanah yang ia bor hingga dialirkan dengan menggunakan pompa. Air tersebut mengaliri selada yang ditanam tanpa memanfaatkan media tanah.
Kata Rofi’i, tingkat kesulitan dalam budidaya selada metode hidroponik tidaklah susah-susah amat.
Dia pun menceritakan proses menanam selada hingga panen. Awalnya bibit selada yang masih berupa biji disemai pada spons atau busa. Media tersebut dibentuk dan dipotong sedemikian rupa untuk menyesuaikan proses penanaman selada.
Seminggu berselang, bibit selada mulai tumbuh daun hijau. Artinya, selada dapat dipindah ke media hidroponik.
Rofi'i merancang lubang-lubang pipa yang teraliri air sebagai media hidroponik. Menurut Rofi’i ada beberapa trik agar selada air dapat tumbuh maksimal.
Baca juga: Rais Aam PBNU KH Ali Yafie Wafat, PBNU Instruksikan Salat Ghaib
Pengaturan kadar PH air juga harus diperhatikan. Selada juga tidak boleh terkena sinar matahari langsung.
Setelah memasuki waktu 30 hari, selada akhirnya bisa dipanen. Rofi'i memanen seladan dengan alat-alat sederhana. Selada yang masih segar tersebut akhirnya dikemas dan dikirimkan kepada konsumen usaha kuliner.
Di sisi lain, untuk mencapai keberhasilannya pada saat ini Rofi'i mengaku bukanlah perkara gampang. Dirinya bahkan membutuhkan waktu tahun hingga akhirnya memetik manfaat dari kerja kerasnya menanam secara hidroponik.
"Pangsa pasarnya masih bagus dan sering kuwalahan akan tingginya permintaan sayuran tanpa pestisida ini. Jadi untuk permintaannya tinggi, bahkan sampai kekurangan untuk supply stok,” jelasnya.
(Erwin Wicaksono/TribunJatimTimur.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/Ahmad-Rofii-warga-Desa-Kedawung-Kecamatan-Padang-Kabupaten-Lumajang.jpg)