Minggu, 10 Mei 2026

Berita Probolinggo

Warga Tengger Rayakan Yadnya Kasada, Tahun Ini Tidak Ada Pengukuhan Dukun Pandita

Masyarakat Suku Tengger di empat penjuru, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang, merayakan Yadnya Kasada

Tayang:
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Haorrahman
TribunJatim-Timur.com/Danendra Kusuma
Warga Tengger berbondong-bondong menuju puncak Gunung Bromo untuk melaksanakan ritual larung sesaji hasil bumi dalam perayaan Yadnya Kasada, Senin (5/6/2023). 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Probolinggo - Masyarakat Suku Tengger di empat penjuru, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang, merayakan Yadnya Kasada.

Dalam puncak perayaan Yadnya Kasada, Senin (5/6/2023) dini hari, mereka melaksanakan serangkaian ritual di Pura Luhur Poten, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Pelaksanaan ritual berlangsung khidmat.

Tuntas melakukan ritual di pura, warga Tengger berduyun-duyun menuju puncak Gunung Bromo sembari memikul ongkek yang berisi beragam hasil bumi.

Nantinya, isi ongkek itu akan dilarung ke kawah Gunung Bromo.

Baca juga: Libur Panjang Waisak Destinasi Banyuwangi Naik 40 persen, Okupansi Hotel Capai 90 Persen

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto mengatakan pelaksanaan larung sesaji di kawah Gunung Bromo ini dilaksanakan sebagai wujud ungkapan rasa syukur dan penghormatan untuk para leluhur.

Sesaji yang dilarung merupakan hasil bumi Tengger, antara lain, kentang, jagung, bawang, dan kubis.

"Doa dan harapan dalam perayaan Yadnya Kasada tahun ini warga tengger lebih meningkatkan bakti kepada Tuhan Yang Maaha Kuasa dan menjaga kesucian kawasan sakral Bromo," katanya.

Baca juga: Viral Sosok Debi Ceper, Pelawak Jambi yang Diduga Lecehkan SFA Siswa SMP, Berujung Dipolisikan

Bambang mengungkapkan, pada perayaan Yadnya Kasada kali ini tidak ada upacara Mulunen atau pengukuhan dukun pandita.

Ini karena seluruh desa di empat kabupaten telah terdapat dukun pandita.

"Yadnya Kasada tahun ini tidak ada pengukuhan dukun pandita. Maasing-masing desa masih ada dukun pandita dan tidak menambah. Totalnya, ada 57 dukun pandita di kasawan Tengger," pungkasnya.


Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

(Danendra Kusuma/TribunJatimTimur.com)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved