Minggu, 12 April 2026

Festival Anggrek Jember

Puluhan Kolektor Anggrek Se-Indonesia Pamerkan Koleksinya di Jember

Ratusan tanaman anggrek dipamerkan di acara Festival Anggrek Jember, selama sepekan, mulai hari ini hingga 13 Agustus

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Sri Wahyunik
TribunJatimTimur.com/Imam Nawawi
Bunga anggrek yang dipamerkan di Festival Anggrek Jember 2023 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember bersama Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) menggelar pameran bunga anggrek di Gedung Balai Serbaguna Kaliwates, Senin (7/8/2023).

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia untuk memamerkan koleksinya di Festival Anggrek Jember 2023.

Ketua Panitia Festival Anggrek Jember 2023 Budi Sugiarto mengatakan,  ada 70 kolektor tanaman anggrek di Indonesia yang ikut pada Festival Anggrek Jember 2023.

"Kegiatan bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi kolektor anggrek untuk memamerkan koleksinya," ujarnya.

Menurutnya, melalui festival ini diharapkan  keberadaan anggrek bisa menjadi penggerak ekonomi lokal di Jember. Sebab dalam event ini akan terjadi transaksi antara kolektor dengan pembeli.

"Selain itu, kegiatan ini juga untuk rekreasi, dan edukasi bagi masyarakat. Karena di sini akan dijelaskan filosofis dan nilai estetika dari setiap anggrek," kata Budi.

Sementara, Bupati Jember Hendy Siswanto yang membuka cara itu mengatakan kegiatan tersebut akan berlangsung selama seminggu, 7 - 13 Agustus 2023.

Baca juga: Lebih Mudah, Pemohon SIM C Banyuwangi Jajal Sikuit Ujian Praktik Model Baru


"Ada tiga hal penting pada festival ini, yakni kontes anggrek, stand bursa Anggrek, dan klinik anggrek. Saya ucapkan terima kasih sama Perhimpunan Anggrek Indonesia Kabupaten Jember yang telah menggelar acara ini," tanggapnya.

Hendy mengatakan puluhan peserta yang ikut event ini dari berbagai daerah di Indonesia. Katanya, ada yang dari Bali dan Jakarta.

"Mereka niat datang ke Jember. Kami yakinkan kepada peserta festival anggrek ini, Jember memiliki letak geografis luar biasa untuk pengembangan tanaman anggrek,"katanya.

Mengingat, kata dia, Bumi Pandalungan terletak di ketinggian 645 meter dari atas permukaan laut. Tentu suhunya juga cukup dingin,  layaknya daerah Malang dan Bogor.

"Sehingga jika ingin mengembangkan anggrek ada lahan yang bisa digunakan. Dan Jember juga punya wilayah pantai yang hawanya panas, sehingga anggrek juga bisa dikembangkan di situ," paparnya.

Indri, kolektor anggrek dari Blitar mengaku membawa ratusan tanaman pada festival ini, dari berbagai macam jenis anggrek.

Baca juga: Dua Legenda Berpotensi Hengkang dari Persebaya, Imbas Aji Santoso Pamit dari Kursi Pelatih


"Yang saya bawa kesini ada yang harganya kisaran Rp 15.000, Rp 50.000, ada juga yang R p350.000 bahkan ada yang sampai Rp 2.500.000," ungkapnya.

Indri menjelaskan mahal, dan murahnya tanaman anggrek itu, dilihat dari jenis dan tingkat kesulitan perawatannya.

"Semakin langka keberadaanya semakin mahal. Dan semakin sulit perawatannya juga semakin mahal," tuturnya.

 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

(Imam Nawawi/TribunJatimTimur.com)

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved