Peluncuran Susu Organik Pasuruan
KPSP Setia Kawan Pasuruan Launching Susu dan Keju Organik Pertama di Indonesia
Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Nongkojajar di Pasuruan akhirnya resmi memproduksi susu dan keju organik pertama di Indonesia
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Sri Wahyunik
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PASURUAN - Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Nongkojajar di Pasuruan akhirnya resmi memproduksi susu dan keju organik pertama di Indonesia.
Susu dan keju organik yang diproduksi koperasi ini menjadi satu-satunya di Indonesia, dan ini akan menjadi pilot project dalam pengembangan susu dan keju organik.
Susu dan keju organik ini menjadi bukti bahwa komoditas organik di Indonesia berpotensi untuk terus dikembangkan melalui upaya-upaya hilirisasi.
Launching susu dan keju organik ini ditandai dengan minum susu organik bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo beserta sejumlah pejabat dan anak-anak.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan Kementan berupaya untuk terus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya peternak.
Hal ini ia lakukan melalui berbagai program kerjasama yang fokus pada peningkatan nilai tambah dan daya saing produk peternakan.
“Launching hilirisasi peternakan di Pasuruan ini langkah nyata Kementan mendorong hilirisasi produk peternakan khususnya susu dan keju organik di Indonesia,” terangnya.
Baca juga: Didapuk Jadi Kota Green Leadership, Bupati Lumajang Puas Raih Nirwasita Tantra
Disampaikannya, ini menjadi langkah pasti bagi Indonesia, negara besar dengan berbagai produk pertanian yang sangat berpotensi.
“Hari ini kami lakukan upaya hilirisasi, dan ini menjadi bagian - bagian yang sangat penting untuk masa depan bangsa ini,” paparnya.
Selain salah satu upaya hilirisasi di bidang peternakan, produksi susu organik dan hilirisasi keju organik pertama di Indonesia ini berkat kerjasama negara Indonesia-Denmark.
Ia menyebut, kerjasama ini dapat mendorong peternak di sentra persusuan lainnya untuk berperan dan melakukan replikasi peternakan sapi perah organik di wilayahnya.
“Ini menjadi bukti bahwa peternakan kita mampu menjadi sumber kekuatan yang berpotensi bagi bangsa ini, keju dan susu kita tidak kalah enak,” tambahnya
Namun, harus ada upaya-upaya untuk memperkuat ini, mulai dari budidayanya, agar kualitasnya semakin baik hingga nantinya layak menembus pasar ekspor.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah mengatakan, produk organik peternakan Indonesia potensi dikembangkan konsep back to nature.
Pemerintah juga menetapkan peta jalan pengembangan persusuan organik nasional Tahun 2022-2026. Sehingga pengembangan susu organik didorong maksimal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/launching-susu-keju-organik.jpg)