Mahasiswa Unair Tewas di Mobil

BREAKING NEWS: Mahasiswa FKH Unair Ditemukan Tewas dengan Kepala Tertutup Plastik di Dalam Mobil

Korban ditemukan setelah adanya laporan sekuriti yang melihat ada seorang wanita dengan kepala tertutup plastik dalam mobil

Editor: Haorrahman
TribunJatim-Timur.com/M. Tovic
Petugas saat melakukan evakuasi terhadap jenazah mahasiswi yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil di kawasan Waru, Sidoarjo 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Surabaya - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga ditemukan tewas dalam mobil Honda Jazz bernopol AG 1484 BY yang terparkir di halaman apartemen Jalan H. Anwar Hamzah Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Korban ditemukan setelah adanya laporan sekuriti yang melihat ada seorang wanita dengan kepala tertutup plastik dalam mobil. Sekuriti melapor ke polsek, dilanjutkan ke polresta Sidoarjo.

Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Unair (FKH Unair) Prof Dr Murni Lamid drh MP mengungkapkan cukup terkejut dengan kabar duka yang terjadi pada mahasiswanya tersebut.

Dikatakan Prof Murni, korban saat ini sedang menjalani program pendidikan dokter hewan yaitu program coasistensi dan sekarang akan memasuki pada divisi.

Baca juga: Real Madrid Full Senyum? PSG Ikhlas Lepas Kylian Mbappe di 2024, Liverpool Berpotensi Ikut Pantau

"Saya cukup kaget dan ndredeg ini tadi, saya nangis dari tadi itu karena ini berita yang mendadak dan kami merasa dengan adanya berita ini kami sangat terpukul sekali,"ungkapnya, Minggu (5/11/2023).

Korban yang berinisial CA (21) menurut Prof Murni dikenal memiliki kepribadian yang baik dan memiliki banyak teman serta sahabat.

Ia juga berada di kelompok 41, yang besok (6/11/2023) akan menjalani program kegiatan coasistensi di divisi parasitologi. Tetapi ditemukan meninggal pada pukul 05.30.

Baca juga: Indikasi Witan Sulaeman Tinggalkan Persija Kian Menguat, Istri Pemain Timnas Indonesia Beri Kode

"Saya dapat beritanya dari keluarganya bukan dari polisi. Katanya di rumah sakit (kamar jenazah) itu tidak ada siapa siapanya cuma dua orang Tante dan Om, kemudian satu dosen dari kampus sedangkan yang lainnya tidak ada,"lanjutnya.

Dikatakannya, korban berasal dari Kediri sehingga jenazah dibawa pulang ke Kediri menunggu proses otopsi oleh dokter forensik.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

(Sulvi Soviana/TribunJatimTimur.com)

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved